Emak-emak Protes Mahasiswi ke Kampus Pakai Legging, Jadi Perdebatan

Alissa Safiera - wolipop Jumat, 29 Mar 2019 12:40 WIB
Foto: BBC Magazine Foto: BBC Magazine

Jakarta - Seorang ibu bernama Maryann White membuat surat terbuka yang kini picu kontroversi di kalangan kampus AS. Surat itu berisi protes mengenai permintaannya agar mahasiswi tak lagi pakai celana legging ke kampus.

"Legging seperti telanjang, sangat ketat, sangat mengekspos. Bisakah kamu memikirkan tentang para ibu dengan anak laki-laki, jika suatu hari kamu berbelanja dan lebih memilih pakai jeans saja?" tulis ibu beragama Katolik itu dalam suratnya.

Maryann White mendesak siswa perempuan untuk berhenti mengenakan legging dalam sepucuk surat kepada editor minggu ini di The Observer, sebuah surat kabar mahasiswa yang ada di Universitas Notre Dame, Saint Mary's dan Holy Cross Colleges.


Dia mengatakan wanita muda yang mengenakan legging membuat pria lebih sulit untuk tidak melihat ke arah tubuh mereka. Maryann menambahkan bahwa dia malu melihat para wanita yang mengenakan legging dan atasan crop pada Misa Katolik yang dia hadiri.

"Kamu tidak bisa untuk tidak melihat celana ketat hitam itu--aku tidak mau melihatnya, tapi itu sulit dihindari. Tentunya akan lebih sulit lagi untuk para pria muda mengabaikan mereka," lanjut petikan surat Maryann.

Pandangan ibu dari empat anak laki-laki itu tentu saja ditolak oleh para mahasiswi berbagai kampus di AS. Salah satunya Anne Jarrett yang merupakan seorang aktivis mahasiswa. Tak terima dengan pandangan Maryann, dia pun membuat protes lainnya di Facebook dengan nama Legging Pride Day.


"Kami memprotes hak kami untuk tidak bertanggung jawab atas laki-laki dan untuk tidak terus-menerus diawasi oleh moral atau feminitas," tulis Anne Jarrett di Twitternya, sambil mengenakan legging pendek. Tak disangka, aksinya itu kini viral.

Anne mengaku tidak terkejut dengan sudut pandang Maryann karena dia mendengar argumen serupa di sekolah Katolik saat tumbuh dewasa. "Ada standar ganda tentang kesopanan," katanya.

"Caranya menggunakan kesopanan dalam surat itu sebagai semacam panggilan kepada perempuan untuk melakukan yang lebih baik adalah argumen yang sama dengan yang sering aku lihat," lanjut Anne.

Staf pengajar dan mahasiswa dari beragam usia, ras dan gender menyatakan dukungan mereka untuk mengenakan legging dan diposting di media sosial. Bahkan orang-orang di luar Amerika juga berbagi dukungan mereka.

"Teman laki-lakiku mengirimi gambar dirinya pakai legging. Para murid di kelas mengatakan, 'Lihat para laki-laki memakai legging hari ini di kelas'," ungkap mahasiswi 21 tahun itu.

Meski protes Anne terbilang sukses dan jadi viral, gadis itu juga mendapat banyak komentar negatif yang menjatuhkannya di Twitter. Namun ia mengatakan tak ingin fokus dengan hal negatif.

"Wanita kuliahan sudah bisa menentukan busana mereka sendiri sejak dulu dan kami akan lakukan begitu seterusnya," ujarnya.


Tonton Juga 'Netizen Heboh Ada Celana Transparan untuk Laki-Laki':
Emak-emak Protes Mahasiswi ke Kampus Pakai Legging, Jadi Perdebatan

(asf/asf)