Tak Ingin Dapat Pekerjaan Normal, Wanita Ini Mentato Wajahnya

Anggi Mayasari - wolipop Senin, 11 Mar 2019 15:01 WIB
Foto: Instagram @kayleighpeachtattoo Foto: Instagram @kayleighpeachtattoo

Jakarta - Kebanyakan wanita biasanya mendambakan memiliki pekerjaan di kantor-kantor dengan gaji yang memuaskan. Tapi, tidak dengan wanita asal Inggris ini yang memilih pekerjaan tak biasa demi mengejar impiannya. Agar tak diterima di pekerjaan normal, ia pun mentato wajahnya.

Kayleigh Peach memiliki mimpi untuk menjadi seniman tato yang sukses. Pada hari pertama dirinya magang di sebuah perusahaan, Kayleigh mentato wajahnya dengan kata 'terkutuk'. Hal itu pun membuat dirinya percaya bahwa kebanyakan calon atasan tak mau menerimanya, dan ia tak punya pilihan selain mengejar ambisinya.

"Saya memiliki tato wajah sehingga saya tidak bisa mendapatkan pekerjaan normal, terutama sebagai pengingat untuk gigih dalam melakukan apa yang ingin saya lakukan," ungkap Kayleigh kepada Birmingham Live.

Kayleigh peach mentato wajah dan lehernya agar tak dapat pekerjaan normalKayleigh peach mentato wajah dan lehernya agar tak dapat pekerjaan normal Foto: Instagram @kayleighpeachtattoo


Wanita yang tinggal di Birmingham ini juga menambahkan bahwa kini tato mulai dapat diterima di masyarakat daripada sebelumnya. Tapi, menurutnya tato tenggorokan dan wajah masih dipandang lebih ekstrem dan sebagian besar tempat kerja menentangnya.

"Jadi saya membuat tato wajah saya untuk memaksa diri saya menjadi seorang seniman tato," katanya.

Kayleigh peach mentato wajah dan lehernya agar tak dapat pekerjaan normal Kayleigh peach mentato wajah dan lehernya agar tak dapat pekerjaan normal Foto: Instagram @kayleighpeachtattoo


Selain kata 'terkutuk', Kayleigh juga mentato wajahnya dengan gambar bunga mawar untuk melambangkan romansa dan kecantikan serta dedaunan untuk memiliki awal yang baru. "Saya memilih kata 'dikutuk' karena saya adalah orang yang sangat bermasalah, saya merasa dikutuk karena tidak ada yang cocok untuk saya, terutama dalam hubungan," jelas Kayleigh.

"Saya selalu berjuang dengan kesehatan mental saya. Sekarang, berada di industri tato telah banyak membantu saya, ini menyelamatkan hidup saya. Kedengarannya seperti klise tetapi itu benar," ujar wanita berusia 26 tahun ini. (agm/eny)