Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Wanita Ini Jadi Viral karena Penjarakan Pria yang Menggodanya di Jalan

Anggi Mayasari - wolipop
Selasa, 05 Mar 2019 18:31 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Facebook
Quezon - Seorang wanita di Filipina ini jadi viral di media sosial karena berhasil mengirim seorang pria ke penjara setelah dirinya mengalami catcalling. Istilah ketika seorang pria bersiul, berteriak, memanggil atau membuat komentar yang menyinggung seksualitas dan tubuh seorang wanita di jalan ini pun disebut sebagai salah satu pelecehan.

Baru-baru ini wanita bernama April Grace membagikan kisahnya di Facebook tentang catcalling yang dialaminya. Saat ia tengah bermain dengan anjing peliharaannya di lokasi daerah perumahan di kota Quezon, Filipina, April digoda oleh seorang pria.

Selama insiden itu, April mengenakan pakaian yang layak. Ia pun berbagi bahwa pria yang tak disebutkan namanya itu terus meminta nomor teleponnya, mengatakan hal-hal seperti "hai beb" dan menanyakan nama anjingnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

April yang tak terima dilecehkan pun segera protes dan menegur sikap pria tersebut. Namun, si pria malah tertawa dan mengejek reaksi Grace. Pelaku catcalling ini juga berkilah jika dirinya hanya berbicara dengan seseorang di telepon.



Setelah April mengajukan keluhan di kantor polisis setempat, pria ini mengklaim bahwa dia tidak tahu tentang peraturan anti catcalling di kota Quezon. Seperti dilansir dari Nextshark, Quezon adalah kota di Filipina pertama yang pemerintah daerahnya sejak 2016 memberikan sanksi pada catcalling dengan hukuman mulai dari denda Rp 220 ribu hingga Rp 1,3 juta atau hukuman penjara sampai satu bulan.

Pada postingan yang telah disukai 13 ribu lebih pengguna Facebook lainnya itu, April melanjutkan untuk mengingatkan orang lain bahwa catcalling bukanlah hal yang sepele, dan perlu untuk disingkirkan.



"Para wanita, saatnya untuk menggunakan hak kita untuk merasa aman di jalan-jalan dan tempat-tempat yang kita kunjungi," tulis April dalam bahasa Filipina.

"Meskipun itu sulit dan bahkan jika itu membuat kamu merasa malu untuk membicarakannya, jika kita tidak mulai untuk memberi pelajaran kepada para pelaku catcalling, mereka tidak akan pernah belajar dan sadar," imbuhnya.
(agm/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads