Kisah Perjuangan Hidup Wanita Paling Subur yang Lahirkan 44 Anak

Anggi Mayasari - wolipop Minggu, 21 Okt 2018 07:15 WIB
Foto: Ist. Foto: Ist.

Jakarta - Mariam Nabatanzi, seorang wanita berusia 40 tahun dari Distrik Mukono di Uganda dijuluki sebagai wanita paling subur di negara Afrika. Ia dilaporkan telah melahirkan 44 anak.

Selama 40 tahun hidupnya, Mariam telah melahirkan enam pasang kembar, empat set kembar tiga, tiga set kembar empat, serta beberapa kelahiran tunggal. Dari 44 anak yang telah dilahirkannya, 38 masih hidup dan kebanyakan dari mereka masih tinggal bersama di rumah.

Mariam adalah seorang ibu tunggal. Kehidupannya tidak pernah mudah. Pada usia 12 tahun, ia menikah dengan seorang pria 28 tahun lebih tua darinya, setelah selamat dari upaya pembunuhan oleh ibu tirinya.

Seperti dilansir dari Oddity Central, Mariam mengklaim bahwa ibu tirinya meletakkan pecahan gelas di makanan dan berhasil membunuh empat saudara kandungnya. Ia pun bisa selamat karena saat itu dirinya sedang pergi. Tapi, orangtuanya masih berhasil menyingkirkannya dengan menikahi Maryam dengan seorang pria yang jauh lebih tua, yang secara fisik menyiksanya setiap kali Maryam melakukan atau mengatakan sesuatu yang tidak ia sukai.
Kisah Perjuangan Hidup Wanita Paling Subur yang Lahirkan 44 AnakFoto: Ist.

"Suamiku berpoligami, memiliki banyak anak dari hubungan masa lalunya yang harus aku urus karena ibu mereka berada di mana-mana. Dia juga melakukan kekerasan dan akan memukul saya di setiap kesempatan bahkan ketika saya menyarankan ide yang dia tidak suka," ungkap Maryam kepada koran Daily Monitor Uganda.

Wanita yang berasal dari desa Kabimbiri, Uganda Tengah ini melahirkan anak pertamanya, sepasang kembar pada 1994, pada usia muda 13 tahun. Dua tahun kemudian, Maryam memiliki anak kembar tiga, dan hampir dua tahun setelah itu, ia melahirkan kembar empat.

Meskipun hal itu mungkin tidak biasa bagi kebanyakan orang, Mariam sama sekali tidak merasa aneh, karena dia pernah melihatnya sebelumnya. Ayahnya memiliki 45 anak dengan beberapa wanita, dan dia mengklaim bahwa mereka semua ada yang kembar lima, kembar empat, kembar tiga dan sepasang kembar.

Sementara itu, Dr. Charles Kiggundu, seorang ginekolog di Rumah Sakit Mulago, di Kampala, Uganda, mengatakan kepada Daily Monitor bahwa penyebab kesuburan ekstrim Mariam kemungkinan besar adalah genetik. "Kasusnya adalah predisposisi genetik untuk hiper-ovulasi, yang secara signifikan meningkatkan kemungkinan memiliki kelipatan, itu selalu genetik," ungkapnya.
Kisah Perjuangan Hidup Wanita Paling Subur yang Lahirkan 44 AnakFoto: Ist.

Sulit membayangkan seorang ibu membesarkan 38 anak sendirian, tetapi Mariam berhasil melakukannya. Suaminya hampir tidak pernah ada, dan setiap kali sang suami datang, dia menyelinap di malam hari dan pergi sebelum anak-anak memiliki kesempatan untuk melihatnya.

Untuk mengurus keluarganya, Mariam Nabatanzi akan mengambil pekerjaan apa pun yang tersedia. Dia mengelola ramuan lokal untuk berbagai penyakit, tetapi juga mengambil pekerjaan biasa seperti merias rambut mempelai wanita untuk pernikahan, serta melakukan dekorasi untuk berbagai acara. Maryam melakukan apa pun yang dia bisa untuk menaruh makanan di atas meja untuk anak-anaknya.

"Semuanya hanya dari sakuku. Saya membeli 10 kg tepung jagung sehari, empat kilogram gula sehari dan tiga batang sabun. Saya harus memiliki 100 ribu Shs (Rp 400 ribu) sekurang-kurangnya setiap hari untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Tuhan baik padaku karena mereka tidak pernah membiarkan kami sehari tanpa makan," kata Mariam.
(asf/asf)