Intimate Interview

Kisah Laninka Siamiyono, Difabel yang Merasa 'Hidup Kembali' karena Makeup

Anggi Mayasari - wolipop Senin, 30 Jul 2018 16:10 WIB
Foto: Instagram @heylaninka Foto: Instagram @heylaninka

Jakarta - Keterbatasan fisik tak jadi penghalang bagi Laninka Siamiyono untuk mandiri dan terus berkarya. Meskipun sempat terpuruk karena harus hidup menggunakan kursi roda sejak berusia 15 tahun, Laninka menemukan kepercayaan dirinya melalui makeup dan menginspirasi lewat unggahan chanel Youtube-nya.

Wanita yang tinggal di Tangerang Selatan ini merupakan seorang penyandang disabilitas. Laninka menderita Rheumatoid Arthritis, penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan sendi sehingga tangan, kakinya kaku. Aktivitasnya pun dibantu oleh kursi roda sejak duduk di bangku SMP.

"Salah diagnosa dari tiga dokter ada yang bilang aku campak, tipes, paru-paruku bermasalah, lupus, sampai akhirnya banyak obat yang aku konsumsi. Badanku itu ngerasa linu, nekuk sujud itu aku nggak bisa, sakit banget, tapi masih bisa jalan ya meskipun kayak robot," ungkap Laninka saat dihubungi Wolipop, Senin (30/7/2018)

Kisah Laninka Siamiyono, Difabel yang Merasa 'Hidup Kembali' karena MakeupFoto: Instagram @heylaninka

Orangtua Laninka kemudian memutuskan untuk pergi ke dokter lain lagi dan ditemukan ada dua masalah yang dideritanya yakni peradangan di perutnya karena mengonsumsi banyak obat, dan masalah di sendinya. Setelah masalah di perut hijabers ini sembuh, sendinya semakin bermasalah hingga akhirnya diketahui jika ia menderita Rheumatoid Arthritis.

"Akhirnya dokter mutusin untuk obati dulu yang diperut sampai sembuh, sendiku makin bermasalah. Aku nggak bisa jalan, nggak bisa ngapa-ngapain. Terus dirujuk lagi, dan ketahuan kalau aku terkena penyakit autoimun. Sebenarnya bukan karena kesalahan diagnosa, tapi penyakit-penyakit yang didiagnosa itu adalah gejala-gejala Rheumatoid Arthritis," jelasnya.

Baca Juga : Kisah Inspiratif Fanny, Tuna Daksa yang Sukses Berbisnis di Usia Muda

Selama hampir 10 tahun itu, Laninka sempat merasa malu pada dirinya sendiri. Ia menjauhi teman-temannya, dan aktivitasnya di rumah hanyalah nonton serta tidur saja. Hingga akhirnya, Wanita berusia 27 tahun ini menemukan hal berbeda dan lebih bersemangat serta percaya diri karena mengenakan makeup.

"Sampai aku ngerasa kok gini banget ya hidup, aku ngerasa capek sama diriku sendiri. Bahkan ada momen kok Tuhan jahat banget ya, aku mempertanyakan keberadaan Tuhan, itu titik down aku. Sampai saat aku ngerasa lelah, aku sebenrnya cuma bantu teman, beli makeup katalog, waktu itu beli eyeliner. Pakai eyeliner itu aku nggak tau gimana, aku juga minta tolong orang lain untuk memakainya, karena sampai sekarang aku nggak bisa nekuk tanganku," cerita Laninka.

"Kok ada yang beda ya, bukan ngerasa cantik, aku ngerasa something different di dalam jiwa, ada kepuasaan sendiri, sampai akhirnya aku cari tahu makeup itu sebenarnya apa, cara pakai yang benar gimana, belajar semuanya dari Yotube, sampai aku ngerasa cukup ahli untuk pakai makeup," tambahnya.

Kisah Laninka Siamiyono, Difabel yang Merasa 'Hidup Kembali' karena MakeupFoto: Instagram @heylaninka


Setelah mahir mengenakan makeup meskipun harus menggunakan alat bantu seperti tongkat untuk mengaplikasikan pencil alis atau brush, Laninka mulai membangun chanel Youtubenya sendiri. Selain mengunggah beberapa tutorial dan tips makeup, chanel Youtube dengan nama akun The Wheelchair Girl ini juga berisi bahasan tentang dunia disabilitas dan aktivitasnya sebagai seorang penyandang.

"Aku nggak bisa pakai makeup dengan tanganku sendiri dan butuh alat bantu. Aku selalu pakai tongkat untuk ngiket brush. Saat aku merasa sudah cukup mampu memulaskan makeup, dan teman-teman menilai makeupku bagus, mereka menyarankan coba deh buat Youtube chanel, akhirnya aku bikin, dengan tujuan membantu kaum difabel untuk percaya diri, kamu berhak kok tampil cantik pakai makeup," ujar Laninka.

Baca Juga : Kisah Inspiratif Angkie Yudistia yang Bantu Para Difabel Berdaya Ekonomi

Beauty vlogger berhijab ini pun kemudian membuat gagasan mulia untuk membantu penyandang disabilitas lainnya percaya diri dengan makeup. Laninka membuat gerakan 'Lipstick untuk Difabel', dimana sumbangan lipstik baru dengan merek apapun ini nantinya akan dibagikan pada penyandang disabilitas.

"Aku yakin kedepanya Indonesia akan dipimpin oleh anak-anak muda, kalau dari sekarang mereka sudah tahu tentang hak-hak disabilitas dan aware pada kehidupan mereka, ke depannya Indonesia akan maju," imbuhnya.
(agm/agm)