Kisah Haru Janda Rawat Tetangganya yang Difabel Selama 30 Tahun Lebih

Anggi Mayasari - wolipop Minggu, 22 Apr 2018 21:59 WIB
Kisah haru janda rawat tetangga difabel. Foto: Dok. South China Morning Post Kisah haru janda rawat tetangga difabel. Foto: Dok. South China Morning Post

Jakarta - Banyak cara yang bisa dilakukan seseorang untuk mewujudkan kepedulian terhadap sesama. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh wanita asal China ini yang telah merawat tetangganya yang difabel selama lebih dari 30 tahun.

Wu Yuxia, seorang janda berusia 60 tahun dari Dangui, Provinsi Sichuan, China, telah membantu dan merawat sepanjang waktu tetangganya yang difabel, Liu Siqiang. Bahkan, Wu telah menjaga Liu selama lebih dari tiga dekade.

Menurut South China Morning Post, Liu yang berusia 46 tahun terserang penyakit yang membuat dirinya buta dan tuli sejak remaja. Ia pun telah kehilangan ibunya ketika berusia enam tahun, dan ayahnya pada usia 10 tahun.

Kisah haru janda rawat tetangga difabel.Kisah haru janda rawat tetangga difabel. Foto: Dok. South China Morning Post

Baca Juga: Kisah Haru Gadis 10 Tahun yang Urus 2 Adik Setelah Ibunya Kabur

Meskipun berasal dari keluarga yang cukup besar, sayangnya Liu ditinggalkan sendiri setelah kakak laki-lakinya meninggal dan tiga saudara perempuannya menikah lalu pindah untuk memulai kehidupan keluarga mereka sendiri. Wu, yang tak ada hubungan keluarga dengannya menyadari bahwa Liu membutuhkan seseorang untuk merawatnya, karena tidak ada orang lain lagi di sisinya. Wu pun memutuskan untuk mengambil tanggung jawab merawat Liu.

"Kami hidup miskin, tetapi rumah Liu dekat denganku," kata Wu seraya menambahkan bahwa itu adalah takdir.

Kisah haru janda rawat tetangga difabel.Kisah haru janda rawat tetangga difabel. Foto: Dok. South China Morning Post


Merawat Liu bukanlah satu-satunya tanggung jawab yang ia miliki. Wu juga bertanggung jawab untuk merawat ketiga anaknya serta dua kakek neneknya.

Sayangnya, Wu terpaksa memikul beban sendiri setelah suaminya yang merupakan pencari nafkah meninggal. Wu harus bekerja sekitar empat atau lima hari sebulan hanya agar mereka dapat memiliki sedikit uang tambahan untuk kebutuhan sehari-hari.

Jelas bahwa mengambil tanggung jawab ini bukanlah tugas yang mudah. Bahkan Wu mengakui jika ia belum tidur nyenyak selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Kisah Haru Ibu yang Kumpulkan Uang Receh Demi Pengobatan Anak

"Saya bangun setiap pukul 2 pagi dan 5 pagi untuk membantunya pergi ke toilet dan memberinya air," tutur Wu.

Meskipun bertahun-tahun tak bisa tidur nyenyak, Wu mengatakan bahwa ia tidak menyesali ketika ia harus menjaga Liu. Dedikasinya yang tanpa pamrih untuk mengurus tetangganya yang lumpuh itu pun tak luput dari perhatian.

Tahun lalu, otoritas Dangui mengakui pekerjaan yang dilakukan Wu dan setuju untuk membayar subsidi menjaga Liu. Dengan bantuan keuangan ini, Wu tak perlu lagi keluar dan bekerja, ia hanya bisa mendedikasikan seluruh waktunya untuk menjaga keluarganya dan Liu.
(agm/eny)