Hari Ibu 2016

Ini Aksi Romantis Sandiaga Uno untuk Sang Ibu yang Buat Terharu

Daniel Ngantung - wolipop Kamis, 22 Des 2016 11:02 WIB
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra

Jakarta - Sandiaga Uno memaknai Hari Ibu dengan cara yang berbeda. Bagi calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 ini, setiap hari adalah Hari Ibu.

Setidaknya begitulah yang dirasakan Mien Uno, wanita yang melahirkan Sandiaga Salahuddin Uno 47 tahun silam. Mien mengungkapkan, hampir setiap hari Mas Sandi, panggilan sayang Mien untuk Sandi, memperlakukannya secara spesial, tidak hanya saat Hari Ibu yang jatuh setiap 22 Desember.

"Buat Mas Sandi, setiap hari itu Hari Ibu. Ibu menurut pendapat dia adalah segalanya. Ibu merupakan urat nadi dari kehidupannya," ungkap Mien kepada Wolipop di acara Gebyar Hari Ibu di Dharmawangsa Hotel, Jakarta Selatan, Rabu (21/12/2016) malam.

Foto: Ari Saputra

Bukan dengan cara yang berlebihan, Sandiaga justru berhasil memenangkan hati ibunya melalui aksi-aksi sederhana. Diungkapkan Pendiri Lembaga Duta Bangsa itu, Sandi selalu menyempatkan diri mampir ke rumahnya saat lari pagi untuk sekadar menyapa kedua orangtuanya.

"Dia masuk ke kamar kami, mengucapkan salam, mencium, sembari meminta restu. Dia juga bilang, akan selalu setia berada di sisi kami," ungkap pakar tata krama dan etiket itu dengan nada sedikit haru.

Di mata Uno, Sandi adalah tipikal pria yang romantis, tidak hanya kepada istri, tapi juga dirinya. Sisi romantis itu tidak selalu ditunjukkannya melalui kata-kata, tapi juga melalui tindakan.

"Kadang Mas Sandi suka kasih saya bunga yang diambil di taman. Atau dia membawakan saya buku karena tahu saya suka baca," ujar Mien.
Foto: Ari Saputra

Memaknai Hari Ibu kurang lengkap juga bagi Mien tanpa mengingat ibunya, Siti Koersilah. Satu hal yang paling Mien banggakan dari sosok sang bunda adalah kecintaanya pada kebaya.

Begitu cintanya, kebaya selalu menjadi busana andalan ibunya. Kecintaan itu pula yang diturunkan kepada Mien. Ia mewariskan semangat tersebut dengan meluncurkan buku 'Kebayaku' yang saat ini menjadi bagian dari koleksi Library of Congress di New York, AS.

"Buku itu saya dedikasikan untuk ibu serta wanita-wanita Indonesia yang tiada lelah melestarikan warisan budaya Indonesia," ujar Mien yang berencana meluncurkan buku baru tahun depan. (dng/hst)