Karya Seni Buatan Indonesia Semakin Diminati karena Media Sosial

Intan Kemala Sari - wolipop Senin, 26 Sep 2016 18:12 WIB
Foto: Intan Kemalasari/Wolipop Foto: Intan Kemalasari/Wolipop

Jakarta - Industri kreatif Indonesia kini semakin diminati. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya produk lokal yang mulai banyak dibeli dan digunakan oleh masyarakat. Tak heran, para seniman lokal pun semakin banyak bermunculan.

Maggie Eddy, seorang desainer dan ilustrator mengatakan, kini sudah semakin banyak masyarakat yang turut mengapresiasi karya seni Tanah Air. Mereka kini tidak malu untuk menggunakan produk lokal yang kualitasnya tak kalah saing dengan produk luar negeri.

"Masih banyak orang yang lebih suka pakai produk impor karena kesannnya lebih stylish dan keren. Tapi sekarang karya seni dan produk lokal sudah mulai banyak diakui oleh masyarakat, lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dan thanks to social media," tutur Maggie saat berbincang dengan Wolipop di 2Madison, Kemang, Jakarta Selatan, Senin (26/9/2016).

Menurutnya, media sosial memiliki peranan penting dalam membangkitkan karya seni lokal. Banyak orang-orang yang datang ke galeri seni dan berfoto kemudian diunggah ke dalam akun media sosialnya. Dari situlah, banyak masyarakat yang mengetahui tentang karya seni asli Indonesia.

"Apresiasi masyarakat jauh lebih baik tapi sayangnya belum cukup. Pergerakannya masih lambat. Saya bingung, mungkin karena orang-orang belum familiar dengan karya seniman Indonesia. Kan kasihan orang-orang kreatif seperti saya dan teman-teman lainnya harus lebih kerja keras lagi," lanjut wanita yang pernah bekerja di bidang desain di New York itu.



Ia melanjutkan, masyarakat Indonesia sebenarnya bisa mengapresiasi karya seni seniman lokal, asalkan ada sarana yang bisa mengedukasi bagaimana caranya mengapresiasi produk lokal. Atas dasar itulah, Maggie bersama sang adik, Sarah Hutauruk mendirikan 2Madison yang merupakan galeri seni dan desain yang telah dikurasi pada 2013 silam.

Di dalam galeri seni tersebut banyak terdapat karya-karya seni dan desain para seniman lokal Indonesia. Mulai dari furnitur, mural, lukisan, tas, bantal cushion, hingga produk fashion seperti busana ready to wear.

Dari kategori fashion, Maggie membuat sebuah label busana bertajuk Avenue yang memiliki gaya eklektik sekaligus edgy. Dengan mengambil material kain songket Sumatera Utara, ia berkreasi memadukan songket dengan bahan denim dan katun menjadi busana siap pakai yang bisa dikenakan sehari-hari.

Seniman lainnya yang turut bergabung dengan 2Madison adalah Diela Maharani, ilustrator senior yang memulai kariernya sejak 2006 silam. Karya-karyanya yang colourful dan unik dapat ditemukan pada scarf dari bahan satin dan notes yang juga dijual di galeri seni tersebut.



Ada pula fashion blogger sekaligus penulis Diana Rikasari yang juga memasarkan lini sepatunya yang bergaya etnik. Serta Emte, ilustrator buku cerita anak-anak dan The Popo, seniman mural yang karyanya terinpsirasi dari buah-buahan.

"Untuk apa beli tas hand made mahal-mahal di luar negeri kalau kita bisa beli tas hand made di seniman lokal yang kualitasnya nggak kalah bagus? Melalui 2Madison ini saya berharap akan lebih banyak lagi ruang untuk orang-orang kreatif dalam berekspresi dan semakin banyak orang Indonesia yang mau menghargai karya seni anak bangsa," ujar Maggie sebelum menutup perbincangan.
(int/eny)