Istri George Clooney Jadi Pengacara Korban Perbudakan Seks ISIS

Eny Kartikawati - wolipop Selasa, 20 Sep 2016 09:05 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Dikenal sebagai pengacara internasional ternama, Amal Clooney mengambil kasus yang tak sekadar bisa mendatangkan uang untuknya. Dia juga ingin berbuat kemanusiaan. Istri George Clooney itu pun memutuskan menjadi pengacara korban perbudakan ISIS.

Dalam wawancara dengan Today, Amal berbicara serius mengenai sikapnya yang siap menerima risiko apapun dengan menjadi pengacara melawan kelompok teroris tersebut. Ia mengaku sudah berbicara dengan sang suami mengenai tugas barunya ini.

"Ini adalah pekerjaanku," kata wanita cantik yang dinikahi George Clooney pada September 2014 di Italia itu.

Amal tergerak untuk menjadi pengacara korban perbudakan seks ISIS setelah mendengar langsung cerita dari salah satu korban yaitu Nadia. Nadia Murad ditangkap ISIS saat usianya baru 19 tahun dan dijadikan budak seks. Nadia juga kehilangan ibunya dan delapan saudara laki-lakinya yang dibunuh kelompok teroris tersebut dua tahun lalu.

"Aku tidak bisa bayangkan hal yang lebih buruk dari ini dilakukan sesama manusia ke manusia lain," ujar wanita 38 tahun itu.

Amal yang juga seorang pengacara kemanusiaan itu menegaskan pekerjaan barunya ini dilakukannya bukan untuk mencari popularitas. Dia justru sangat prihatin dan ingin segera membawa ISIS ke pengadilan.

"Seandainya saja aku bisa katakan aku bangga ada di sini, tapi aku tidak bisa. Aku justru merasa malu karena sebagai seorang manusia, kita tidak memperhatikan tangis mereka yang membutuhkan bantuan," kata Amal saat berbicara di sidang PBB pada pekan kemarin. (eny/itn)