Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Pernah Jadi Korban, Ini Cara Puteri Indonesia 2015 Melawan Cyber Bullying

Daniel Ngantung - wolipop
Rabu, 20 Jan 2016 10:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Gus Mun
Jakarta - Puteri Indonesia 2015 Anindya Kusuma Putri pernah merasakan sakitnya menjadi korban cyber bullying atau perundungan di internet. Sempat terpukul Anin, begitu ia akrab disapa, akhirnya berhasil menghadapi masalah cyber bullying. Apa kiatnya?

Diceritakannya, cyber bullying ia alami sesaat setalah dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2015. Berbagai komentar pedas bertubi-tubi menyerang akun media sosial wanita kelahiran Semarang, 23 tahun lalu, ini. Isinya tentang komentar orang-orang yang kesal Anin memenangkan kontes tersebut. Menilai Anin tidak pantas menyendang gelar Puteri Indonesia, mereka meluapkan kekesalan itu dengan kata-kata yang menyakitkan hatinya.

"Aku sempat mengurung diri di kamar dan menangis. Aku berpikir, 'Ya Allah, mulut orang Indonesia kok ganas-ganas ya'," kenang Anin saat jumpa media di Graha Mustika Ratu, Senin (18/1/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beruntung Anin memiliki keluarga yang sangat memerhatikannya. Setelah ditenangkan oleh sang ibu, mahasiswi Universitas Diponegoro, Semarang, ini mulai bangkit kembali. Ia tidak ingin berlama-lama dikuasai rasa sedih hanya karena perkataan orang yang tidak mengenal betul tentang dirinya.

Mulai saat itu, ia tidak mau memusingkan segala perkataan para haters di dunia maya. "Kita tidak perlu menanggapi para haters. Beraktivitas saja seperti biasa. Tidak usah melawan. Kita buktikan mereka salah dengan menebarkan aura positif," ujarnya.

Diakui Anin, komentar-komentar pedas melalui media sosial masih sering menyerangnya sampai saat ini. Tapi lain dulu, lain sekarang, wanita yang hobi bermain basket ini sudah tidak menghiraukannya lagi. "Makanya aku jarang baca komentar-komentar di media sosialku," kata wanita yang bermimpi ingin menjadi presenter program TV National Geographic ini.

Cyber bullying juga tidak membuat Anin kapok 'eksis' di media sosial. Tapi ia mengaku sempat mengurangi intensitasnya menggunakan media sosial selama karantina Miss Universe 2015 berlangsung.

"Aku pengin fokus. Aku juga tidak mau hanya karena sibuk nge-posting aku melewatkan momen-momen berharga bareng teman-teman  sesama kontestantan di sana," kata pengagum gaya Victoria Beckham dan Kate Middleton ini. (dng/eny)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads