Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Kostum Nasional Puteri Indonesia Buat Penasaran Peserta Miss International

wolipop
Jumat, 14 Nov 2014 14:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Intan/Wolipop
Jakarta -

Elfin Pertiwi Rappa yang merupakan runner-up 1 Puteri Indonesia 2014 berhasil mengharumkan nama bangsa pada ajang Miss Internasional 2014. Dalam kontes kecantikan yang digelar di Tokyo, Jepang, Elfin meraih gelar kostum nasional terbaik, mengalahkan 84 peserta lainnya. Tentu saja hal ini membuat harum nama Indonesia khususnya di bidang industri kreatif.

Gadis 19 tahun yang baru tiba di Indonesia Kamis (13/11/2014) malam lalu tidak ingin menunggu terlalu lama untuk berbagi cerita saat mengenakan kostum mewah tersebut. Ia tampak cerah saat menghadiri bincang-bincang dengan media yang diadakan di Graha Mustika Ratu, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (14/11/2014).

Mahasiswi jurusan ekonomi Universitas Sriwijaya yang akrab disapa Elfin ini berbagi pengalamannya ketika membawakan kostum nasional Indonesia yang bertajuk Tale of Siger Crown. Sejumlah pertanyaan kerap ia dapatkan dari beberapa rekannya sesama peserta Miss International 2014 saat pertama kali melihat kostum yang beratnya hampir 20 kilogram.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka ngerubutin aku, banyak yang bilang kostumnya bagus sekali. Sampai pada penasaran pegang-pegang aksesorinya dan bertanya ini kostum apa, namanya apa, bahannya, macam-macam hal yang ditanyakan," jelas gadis asal Sumatra Selatan ini.

Wanita yang pernah menjadi pemenang cover guest majalah Aneka itu mengatakan tidak mudah untuk berjalan di atas panggung ketika mengenakan kostum tersebut. Wajar memang karena kostum tersebut beratnya 18 kg. Khusus untuk bagian ornamen penghias kepala dan sayap yang dikenakannya, bobotnya lebih dari lima kilogram. Meskipun berat, Elfin mampu mempresentasikan kostum tersebut secara baik dan tidak terlihat kaku.

Kostum yang menggunakan kain tapis asal Lampung tersebut di desain oleh Dynand Fariz yang memang sudah terbiasa membuat kostum untuk perayaan karnaval. Pria lulusan Esmod Jakarta ini mengaku perlu persiapan yang matang dan berbulan-bulan untuk menciptakan busana yang dipenuhi dengan material khas Indonesia tersebut. "Mengumpulkan ide, konsep, dan bahan-bahannya cukup lama ya sekitar enam bulan. Proses produksi dan fittingnya hampir 3 bulan," ujar desainer kelahiran 1963 itu.

Melihat kostum yang tampak mewah ini, ketua Yayasan Puteri Indonesia Putri K. Wardani turut merasa bangga atas kemenangan Elfin. "Ini adalah wujud nyata dari industri kreatif Indonesia yang perlu digali untuk meningkatkan ekonomi Indonesia dan merupakan bentuk pembuktian kepada dunia bahwa kita adalah bangsa yang berbudaya," tutur wanita yang juga menjabat sebagai presiden direktur Mustika Ratu di akhir perbincangan.

(int/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads