Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Pernah Di-bully, Raline Shah Sempat Trauma Berteman dengan Perempuan

wolipop
Kamis, 06 Nov 2014 07:50 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Hestianingsih/Wolipop
Jakarta -

Sukses menjadi aktris, bintang iklan dan menjadi Puteri Terfavorit dalam ajang Puteri Indonesia 2008, Raline Shah tentunya kini memiliki banyak penggemar yang mengelu-elukannya. Tapi siapa sangka kalau jauh sebelum populer seperti sekarang, dara cantik berusia 29 tahun itu pernah menjadi korban bullying.

Perlakuan tidak mengenakkan itu ia terima saat masih kecil. Tanpa menyebutkan kapan dan tepatnya dimana kejadian tersebut, Raline bercerita bahwa sewaktu kecil ia kerap di-bully teman-teman perempuannya di sekolah.

"Sampai harus pindah sekolah," tutur Raline saat hadir di acara kampanye Pantene, Shine and Strong di Grand on Thamrin 2 & 3, Ballroom Pullman Hotel Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (5/11/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bentuk bullying yang diterima Raline lebih bersifat verbal dan 'menyerangnya' secara mental. Kala itu ia mengenyam pendidikan di sekolah internasional dan tinggal di asrama sehingga jauh dari orangtua. Bintang film '5 cm' ini mengatakan bahwa ia kerap di-bully karena darah Asia-nya dan tidak mahir berbahasa Inggris.

"Aku kan di sekolah internasional jadi untuk orang Asia tuh jarang banget. Rambutnya hitam, matanya agak sipit dikit. Terus bahasa Inggrisnya juga nggak terlalu bagus karena besar di rumah tangga yang berbahasa Indonesia. Kalau kita jadi orang yang beda di suatu lingkungan kan biasanya bully itu ada," tutur wanita berdarah campuran Tionghoa-Melayu itu.

Raline bukannya diam saat di-bully. Ia pernah sempat mencoba melawan dengan balas mem-bully. Namun ternyata kekerasan tidak bisa selalu dibalas dengan kekerasan. Alhasil, wanita yang selalu tampil dengan rambut panjang ini justru kena skors. Mulai saat itulah ia mencoba menghadapi bullying dengan tindakan yang lebih bijak.

"Aku hanya memaafkan dan memberikan contoh yang baik ke mereka," tukas Raline.

Akibat di-bully, Raline mengaku sempat trauma berteman dengan sesama perempuan. Saat di sekolah ia lebih banyak berteman dengan laki-laki dan aktivitasnya pun lebih bersifat 'maskulin' seperti main bola atau naik gunung.

(hst/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads