Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Mengenal Putri Bruce Willis yang Jadi Kontroversi Pasca Kampanye Foto Payudara

wolipop
Jumat, 30 Mei 2014 15:23 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Dok. Getty Images
Jakarta - Nama Scout Willis kini tengah jadi pemberitaan di banyak media di seluruh dunia. Penyebabnya dia tengah sibuk mengkampanyekan #FreeTheNipple di situs jejaring sosial. Selain dikenal sebagai putri Bruce Willis dan Demi Moore, seperti apa sebenarnya sosok Scout yang melayangkan protes ke Instagram karena foto-fotonya tanpa bra dilarang eksis?

Seperti kakak dan adiknya, Rummer dan Tallulah Willis, Scout pun sempat mencicipi dunia akting. Saat masih kecil, dia dan adiknya, Tallulah, tampil di layar lebar untuk pertamakalinya di film sang ibu, Demi Moore, yaitu 'The Scarlett Letter'. Dalam film tersebut keduanya hanya bermain sesaat sebagai anak-anak. Pada 2001, mereka kembali bermain dalam film berjudul 'Bandits', kali ini yang dibintangi oleh sang ayah, Bruce Willis.

Dalam sebuah wawancara, Bruce mengatakan, dia hanya mengizinkan anak-anaknya bermain film, jika dia atau Demi terlibat di dalamnya. Hal itu pun berlaku hingga Scout berusia 21 tahun. Ketika sudah beranjak dewasa, wanita kelahiran 20 Juli 1991 itu kembali berakting dengan sang ayah di film ' Moonrise Kingdom.'

Berbeda dengan kakaknya, Rumer Willis, eksistensi Scout di dunia akting tidak terlalu sering. Bisa jadi hal itu karena wanita yang piawai berbahasa Jerman ini lebih memilih kuliah. Dia tercatat sebagai lulusan salah satu kampus ivy league atau bergengsi di Amerika Serikat. Pada 2013 lalu, dia diwisuda dari Universitas Brown. Dia lulus dari jurusan Literary Arts.

Saat masih kuliah di Universitas Brown, Scout pernah menjadi pemberitaan karena berbagai tulisannya di Twitter. Dia pernah ngetweet 'I hate my parents' yang oleh semua orang diartikan ada perseteruan antara dirinya dengan Bruce dan Demi.

Namun kemudian tweet kontroversial itu diperjelas oleh Scout kalau sebenarnya dia sedang membuat tugas kuliah. Seperti dikutip dari berbagai sumber, juru bicara Scout mengatakan kliennya diminta membuat tweet palsu yang memang bagian dari tugas kuliah. Tweet palsu itu dibuat dengan tujuan untuk melihat bagaimana sebuah tweet rekayasa bisa dengan mudahnya menambah jumlah followers.

Kini Scout kembali membuat kehebohan di situs jejaring sosial dengan mengkampanyekan #FreeTheNippple. Dia membuat serangkaian tweet yang mendorong semua pihak untuk menampilkan nudity baik di dunia maya maupun nyata.

"Apa yang aku lakukan untuk membantu wanita merasa lebih berani membuat keputusan pribadi tentang tubuh mereka, tidak didikte oleh apa yang disebut masyarakat sebagai kesopanan," tulis wanita berusia 22 tahun dengan followers lebih dari 43 ribu di Twitter itu.

Kampanye #FreeTheNipple dibuatnya setelah mengetahui Rihanna didepak dari Instagram karena menampilkan foto topless. Scout pun mengaku akun Instagram miliknya juga sudah dilarang aktif oleh situs jejaring sosial tersebut akibat aksinya memasang foto nude. Foto-fotonya itu disebutnya bernilai seni dan berkelas.

Dia awalnya memperjuangkan agar Instagram mengizinkan dimuatnya foto jenis apapun. Namun belakangan kampanye tersebut meluas bukan hanya untuk 'menyerang' Instagram tapi situs jejaring sosial lainnya yang melarang wanita menampilkan payudara.

Kampanye yang dibuatnya ini menjadi populer dan kontroversial. Cukup banyak orang, termasuk selebriti, yang memberinya dukungan melalui Twitter, seperti Rihanna dan Dita Von Teese. Namun tak sedikit juga yang mengecamnya.


(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads