Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Intimate Interview

Hati Fanny Fabriana 'Bergetar' Begitu Dengar Kata Action! dan Cut!

wolipop
Senin, 21 Okt 2013 15:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Robby Agus/ Wolipop
Jakarta - "Setiap kali dengar kata 'action!' dan 'cut!' di hati ada perasaan, deg!" Begitulah Fanny Fabriana menggambarkan kecintaannya pada seni peran. Mengawali karir sebagai model catwalk pada 2007, wanita kelahiran Bandung, 28 tahun lalu ini akhirnya menjatuhkan hatinya ke dunia akting yang membuat perasaannya selalu bergetar setiap kali mulai syuting.

Selain jam kerja yang lebih fleksibel, akting juga menuntut Fanny untuk selalu mengeksplor hal-hal baru dari setiap karakter yang diperankannya. Sebagai seseorang yang menyukai tantangan dalam berbagai hal, profesi sebagai aktris pun dirasa pas untuk memenuhi passion dari ibu satu anak ini.

"Awalnya konsen cuma jadi model. Tapi ke sini, lucu juga ya akting. Seru nih, belajar akting. Akhirnya coba mau yang lebih serius dan sinetron pertama aku judulnya Preman Kampus tapi berubah menjadi Galang," tutur Fanny saat berbincang dengan wolipop di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertama kali akting, Fanny langsung dihadapkan dengan scene kebut-kebutan. Bukan adegan romansa seperti yang dijalani pemain film baru pada umumnya. Mendapati lingkungan yang menyenangkan di lokasi syuting, mulai dari sutradara, lawan main hingga para kru, membuat Fanny langsung jatuh cinta dengan akting. Tidak lewat sinetron seperti debut pertamanya, tapi melalui akting di FTV dan film.

Kemampuan berakting diakui wanita yang hobi makan dan traveling ini tidak didapatkannya dari sekolah formal khusus seni peran. Tidak juga karena otodidak. Proses belajar menjadi aktris profesional justru didapatkannya langsung dari lapangan. Menurutnya, setiap orang pasti memiliki kemampuan dasar untuk akting namun untuk orang-orang yang bekerja di perfilman seperti dirinya, kemampuan itu terasa dengan sendirinya saat berada di lapangan.

"Keinginan untuk melakukan sesuatu yang bukan diri dia, berbohong dikit tentang diri sendiri itu ada di setiap orang. Cuma bedanya kalau aktris/aktor diolah lagi rasa itu. Jadi secara alami bisa. Akting aku terasa dari belajar di lapangan," ujar penggemar Leonardo Dicaprio dan Meryl Streep ini.

Selama menjalani profesi aktris sejak 2009, bintang film 'Hari Untuk Amanda' dan 'Serigala Terakhir' ini mengaku tidak pernah merasa terbebani dalam bekerja, meskipun dihadapkan pada syuting yang melelahkan atau adegan yang menantang. Baginya, itu bagian dari passion dan dirinya adalah orang yang penuh tantangan.

Mendapatkan peran atau adegan yang sulit, dianggap Fanny sebagai tantangan untuk dirinya sendiri, agar menjadi lebih baik lagi. Akting, baginya selalu memberikan dunia baru bagi Juara I Top Model Indonesia 2002 ini.

"Akting itu fun, playful dan bikin tenang. Aku juga anaknya cuek, jadi kalau dikritik aku terima masukan dengan lapang dada. Nggak sedih kalau dimarahi jadi segala saran dan kritik enak masuknya ke kita," ucap wanita berdarah Padang dan Sunda ini.

Fanny berencana akan terus mendedikasikan karirnya di dunia akting, kalau bisa untuk seumur hidup. Menurutnya, selama menjadi seorang aktris karirnya tidak akan berhenti karena scoop di seni peran sangat luas. Mulai dari peran bayi, anak-anak hingga wanita dewasa dan paruh baya sekalipun. Passion membuat Fanny nyaman menjalani profesinya sebagai aktris.


(hst/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads