Agar Pernikahan Harmonis, Libido Suami Tinggi Ditahan atau Dituruti?
Vanda Mustika - wolipop
Kamis, 27 Des 2012 15:42 WIB
Jakarta
-
Anda dan suami berada dalam usia-usia puncak kematangan seksual, sehingga wajar saja suami memiliki libido yang cukup tinggi. Hal ini juga tergantung dari berapa lama anda dan suami sudah menikah. Biasanya pengantin baru memiliki frekuensi hubungan seksual yang lebih tinggi dari itu. Rata-rata frekuensi hubungan seksual 3-5 kali dalam seminggu, sehingga apa yang diinginkan suami anda masih dalam batas kewajaran.
Sebenarnya anda tidak perlu menahan frekuensi bercinta menjadi satu kali seminggu, karena dengan kadar puncak hormonalnya, suami memang akan memiliki libido yang tinggi. Jika tidak tersalurkan, bisa jadi suami anda akan menjadi uring-uringan atau mencari pelampiasan lain. Hubungan seksualpun akan menjadi sarana rekreasi bagi suami anda, karena setelah melakukan hubungan seksual, tubuh akan mengeluarkan hormon-hormon yang membuat pikiran tenang dan tubuh menjadi santai.
Hal lain yang harus dipertimbangkan adalah keinginan anda sendiri, apakah anda tidak menikmati hubungan seksual dengan pasangan selama ini? Hubungan seksual yang sehat melibatkan 2 individu dengan hasil akhir yang sama-sama menikmati hubungan tersebut. Sehingga frekuensinya pun harus disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan anda. Dengan begitu rumah tangga anda akan tetap harmonis
Untuk mencegah timbulnya rasa bosan, dapat dicoba dengan berbagai gaya bercinta, berbagai ruangan di rumah anda atau dengan skenario khusus seakan-akan anda dan suami memainkan peran tertentu. Gunakan imajinasi anda dan suami, berikan kejutan-kejutan kecil yang tidak disangka-sangka suami anda dan sebaliknya, sehingga tidak timbul rasa bosan. Sekiranya anda dan pasangan dapat mencari cara bagaimana agar hubungan seksual menjadi tidak monoton dan membosankan sehingga dapat dinikmati oleh anda dan pasangan. Selamat mencoba
(eny/eny)
Dear dr. Vanda. Saya 23 tahun dan suami 29 tahun. Libido suami cukup tinggi bisa sampai empat kali bercinta dalam seminggu. Saya berusaha menahan menjadi sekali seminggu agar ia tidak bosan. Benarkah tindakan saya atau justru ikuti saja libidonya agar rumah tangga tetap harmonis? Terima kasih.
(Desi, 23 Tahun)
Jawab:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya anda tidak perlu menahan frekuensi bercinta menjadi satu kali seminggu, karena dengan kadar puncak hormonalnya, suami memang akan memiliki libido yang tinggi. Jika tidak tersalurkan, bisa jadi suami anda akan menjadi uring-uringan atau mencari pelampiasan lain. Hubungan seksualpun akan menjadi sarana rekreasi bagi suami anda, karena setelah melakukan hubungan seksual, tubuh akan mengeluarkan hormon-hormon yang membuat pikiran tenang dan tubuh menjadi santai.
Hal lain yang harus dipertimbangkan adalah keinginan anda sendiri, apakah anda tidak menikmati hubungan seksual dengan pasangan selama ini? Hubungan seksual yang sehat melibatkan 2 individu dengan hasil akhir yang sama-sama menikmati hubungan tersebut. Sehingga frekuensinya pun harus disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan anda. Dengan begitu rumah tangga anda akan tetap harmonis
Untuk mencegah timbulnya rasa bosan, dapat dicoba dengan berbagai gaya bercinta, berbagai ruangan di rumah anda atau dengan skenario khusus seakan-akan anda dan suami memainkan peran tertentu. Gunakan imajinasi anda dan suami, berikan kejutan-kejutan kecil yang tidak disangka-sangka suami anda dan sebaliknya, sehingga tidak timbul rasa bosan. Sekiranya anda dan pasangan dapat mencari cara bagaimana agar hubungan seksual menjadi tidak monoton dan membosankan sehingga dapat dinikmati oleh anda dan pasangan. Selamat mencoba
(eny/eny)











































