Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Gumpalan Putih Susu di Miss V, Berbahayakah?

wolipop
Rabu, 27 Jul 2011 17:10 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Kalau di sekitar Miss V (lebih tepatnya di sekitar klitoris) ada gumpalan yang merata berwarna putih susu itu sebenarnya apa? Berbahaya atau tidak bagi kesehatan Miss V? Apa efeknya dalam berhubungan intim? Mohon bantuan dokter untuk menjawabnya segera. Dalam waktu dekat saya akan menikah.

(Gaby, 27 Tahun)

Jawab:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saya ucapkan selamat atas rencana pernikahannya, tentunya anda tengah melakukan berbagai persiapan untuk pernikahan anda ini. Salah satunya adalah dengan menjaga kebersihan organ intim anda. Di balik labia mayor, organ reproduksi anda merupakan lapisan mukosa yang mudah mengeluarkan sekret/lendir dan mudah sekali terjadi regenerasi sel-sel yang mati.

Akibat banyaknya lipatan di daerah tersebut, maka sel yang mati dan menumpuk serta bercampur dengan sekret yang diproduksi seringkali menyebabkan gumpalan keputihan seperti yang anda alami. Gumpalan keputihan lainnya juga dapat disebabkan karena infeksi jamur, namun biasanya disertai rasa gatal ataupun adanya keputihan yang juga berwarna keputihan. Jika anda tidak mengalami keputihan ataupun tidak disertai rasa gatal, maka berarti gumpalan tersebut hanya merupakan kumpulan sel mukosa yang sudah mati dan anda cukup membersihkannya dengan air yang bersih.

Lakukan kebiasaan membersihan organ reproduksi anda secara teratur. Anda tidak perlu menggunakan cairan pembersih vagina yang banyak dijual, karena penggunaan caira tersebut dapat mengganggu bakteri alami yang berada di dalam vagina yang nantinya akan mengganggu keasaman vagina dan menyebabkan keputihan yang lebih lanjut.

Jika selain gumpalan yang anda alami anda juga memiliki keluhan keputihan atau timbul rasa gatal, maka kemungkinan anda mengalami infeksi jamur. Bila ini yang terjadi, sebaiknya anda menghubungi dokter kulit dan kelamin ataupun dokter kandungan yang akan memberikan pengobatan. Selain obat anda perlu menjaga kelembaban di sekitar vagina, misalnya dengan menggunakan celana dalam dengan bahan yang menyerap keringat, ataupun dengan mengganti celana dalam saat dirasa lembab.


(eny/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads