Bercinta Setiap Hari, Belum Juga Hamil
wolipop
Rabu, 30 Mar 2011 13:16 WIB
Jakarta
-
Dear Wolipop, sekitar tiga bulan lalu saya menikah. Selama pernikahan, saya dan suami sering berpisah dan bertemu kadang satu kali atau dua kali seminggu. Pada saat kami bersama, selama itu juga kami tak pernah berhenti berhubungan. Kadang bisa mencapai tujuh kali dalam sehari, setiap malam dan setiap hari. Memang suami saya memiliki stamina di tempat tidur yang agak tinggi. Yang ingin saya tanyakan adalah, kenapa sampai sekarang saya belum hamil juga? Apakah berpengaruh terhadap saya karena suami saya mengajak berhubungan setiap hari selagi ada waktu? Kadang dalam berhubungan itu, miss V saya pernah berdarah. (Renda)
Sebelumnya saya ucapkan selamat terlebih dahulu atas pernikahannya. Sebagai pengantin baru yang baru merasakan suatu kenikmatan baru wajar saja memiliki intensitas hubungan seksual yang tinggi, apalagi anda tidak setiap hari bertemu dengan suami. Biasanya frekuensi hubungan seksual ini akan berkurang dengan berjalannya waktu. Namun yang perlu diperhatikan adalah pastikan cairan lubrikasi yang dikeluarkan oleh vagina anda cukup, sehingga tidak akan mengalami lecet ataupun dapat menyebabkan perdarahan. Bila perlu anda dapat menggunakan cairan lubrikasi tambahan berbentuk gel berbahan dasar air yang dapat dibeli di apotik.Kehamilan terjadi bila saat anda mengalami ovulasi terjadi hubungan seksual di mana sperma dengan jumlah yang cukup dan kualitas yang baik, akan berusaha berenang mencapai sel telur tersebut dan membuahinya. Artinya dibutuhkan beberapa hal untuk terjadinya kehamilan, yang pertama adalah anda harus tahu kapan masa subur anda. Bila anda mempunyai siklus menstruasi yang rutin dan dapat memperkirakan kapan haid berikutnya, maka masa subur anda adalah 14 hari sebelum haid berikutnya. Karena anda dan suami tidak rutin bertemu, maka rencanakanlah pertemuan pada masa subur tersebut. Hubungan seksual yang dilakukan sesering apapun namun di luar masa subur maka tidak akan memungkinkan terjadinya kehamilan. Yang kedua adalah kualitas sperma yang baik. Sperma diproduksi terus menerus di dalam testis dan akan matang dalam 3 hari, setelah matang kemudian disimpan dan dikeluarkan saat terjadi ejakulasi. Setelah sekian lama tidak terjadi ejakulasi maka cairan mani akan memiliki konsentrasi sel sperma yang tinggi dan konsentrasi tersebut akan berkurang dengan frekuensi ejakulasi yang tinggi dalam waktu yang belum memungkinkan terjadinya pematangan sperma yang sempurna. Jika anda ingin memiliki keturunan dalam waktu dekat, maka sebaiknya anda mulai memperkirakan masa subur anda dan mengurangi intensitas hubungan seksual agar kualitas sperma suami anda cukup baik untuk membuahi sel telur anda. (Dr. Vanda Mustika) (was/was)
Sebelumnya saya ucapkan selamat terlebih dahulu atas pernikahannya. Sebagai pengantin baru yang baru merasakan suatu kenikmatan baru wajar saja memiliki intensitas hubungan seksual yang tinggi, apalagi anda tidak setiap hari bertemu dengan suami. Biasanya frekuensi hubungan seksual ini akan berkurang dengan berjalannya waktu. Namun yang perlu diperhatikan adalah pastikan cairan lubrikasi yang dikeluarkan oleh vagina anda cukup, sehingga tidak akan mengalami lecet ataupun dapat menyebabkan perdarahan. Bila perlu anda dapat menggunakan cairan lubrikasi tambahan berbentuk gel berbahan dasar air yang dapat dibeli di apotik.Kehamilan terjadi bila saat anda mengalami ovulasi terjadi hubungan seksual di mana sperma dengan jumlah yang cukup dan kualitas yang baik, akan berusaha berenang mencapai sel telur tersebut dan membuahinya. Artinya dibutuhkan beberapa hal untuk terjadinya kehamilan, yang pertama adalah anda harus tahu kapan masa subur anda. Bila anda mempunyai siklus menstruasi yang rutin dan dapat memperkirakan kapan haid berikutnya, maka masa subur anda adalah 14 hari sebelum haid berikutnya. Karena anda dan suami tidak rutin bertemu, maka rencanakanlah pertemuan pada masa subur tersebut. Hubungan seksual yang dilakukan sesering apapun namun di luar masa subur maka tidak akan memungkinkan terjadinya kehamilan. Yang kedua adalah kualitas sperma yang baik. Sperma diproduksi terus menerus di dalam testis dan akan matang dalam 3 hari, setelah matang kemudian disimpan dan dikeluarkan saat terjadi ejakulasi. Setelah sekian lama tidak terjadi ejakulasi maka cairan mani akan memiliki konsentrasi sel sperma yang tinggi dan konsentrasi tersebut akan berkurang dengan frekuensi ejakulasi yang tinggi dalam waktu yang belum memungkinkan terjadinya pematangan sperma yang sempurna. Jika anda ingin memiliki keturunan dalam waktu dekat, maka sebaiknya anda mulai memperkirakan masa subur anda dan mengurangi intensitas hubungan seksual agar kualitas sperma suami anda cukup baik untuk membuahi sel telur anda. (Dr. Vanda Mustika) (was/was)











































