Jakarta
-
Saya suka menelan cairan yang keluar dari miss V. pasangan. Apakah hal ini membahayakan? (Salman)
Saat seorang perempuan mengalami rangsang seksual baik rangsangan langsung di titik erotis maupun melalui rangsangan secara visual atau auditorik, maka dinding vagina dan kelenjar di sekitar vagina mengeluarkan cairan pelumas sebagai persiapan untuk melakukan hubungan seksual. Cairan ini memang mengandung aroma tertentu yang disebut feromon, yang memiliki daya tarik seksual khusus bagi laki-laki. Pada saat melakukan oral seks ada kalanya cairan tersebut tertelan oleh pasangan. Hal ini tidak membahayakan, selama tidak ada bakteri atau virus yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual, sehingga anda harus memastikan terlebih dahulu bahwa pasangan anda bersih dari penyakit menular seksual. Virus yang dapat ditularkan melalui cairan vagina misalnya HIV yang menyebabkan penyakit AIDS, Human Papilloma Virus yang menyebabkan kutil kemaluan atau jengger ayam, ataupun virus herpes simpleks yang menyebabkan herpes simpleks. Bakteri yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual misalnya kuman gonore ataupun sifilis. Karena secara kasat mata bakteri atau virus ini tidak terlihat, namun seringkali dapat terjadi penularan penyakit melalui seks oral ini, sehingga pastikan anda tidak berganti-ganti pasangan dan pasangan anda bebas dari penyakit menular seksual. Dan yang tidak kalah penting adalah pastikan rongga mulut anda tidak sedang dalam keadaan terinfeksi yang mungkin menular ke vagina pasangan anda. (Dr. Vanda Mustika) (was/was)
Saat seorang perempuan mengalami rangsang seksual baik rangsangan langsung di titik erotis maupun melalui rangsangan secara visual atau auditorik, maka dinding vagina dan kelenjar di sekitar vagina mengeluarkan cairan pelumas sebagai persiapan untuk melakukan hubungan seksual. Cairan ini memang mengandung aroma tertentu yang disebut feromon, yang memiliki daya tarik seksual khusus bagi laki-laki. Pada saat melakukan oral seks ada kalanya cairan tersebut tertelan oleh pasangan. Hal ini tidak membahayakan, selama tidak ada bakteri atau virus yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual, sehingga anda harus memastikan terlebih dahulu bahwa pasangan anda bersih dari penyakit menular seksual. Virus yang dapat ditularkan melalui cairan vagina misalnya HIV yang menyebabkan penyakit AIDS, Human Papilloma Virus yang menyebabkan kutil kemaluan atau jengger ayam, ataupun virus herpes simpleks yang menyebabkan herpes simpleks. Bakteri yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual misalnya kuman gonore ataupun sifilis. Karena secara kasat mata bakteri atau virus ini tidak terlihat, namun seringkali dapat terjadi penularan penyakit melalui seks oral ini, sehingga pastikan anda tidak berganti-ganti pasangan dan pasangan anda bebas dari penyakit menular seksual. Dan yang tidak kalah penting adalah pastikan rongga mulut anda tidak sedang dalam keadaan terinfeksi yang mungkin menular ke vagina pasangan anda. (Dr. Vanda Mustika) (was/was)











































