Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Meneropong Serba-serbi Gaya Hidup yang Akan Tren di 2015

Ferdy Thaeras - wolipop
Jumat, 02 Jan 2015 18:34 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta -

Tahun 2015 telah memasuki hari kedua, Jumat (02/01/2015). Ada yang masih menikmati masa cuti bersama, cuti panjang hingga adapula yang bekerja di kantor setengah hari atau penuh. Jalanan Jakarta pun terasa begitu lengang dan tenang tanpa banyaknya kendaraan beroda empat ataupun dua yang berebutan ingin cepat sampai ke tujuan. Diprediksi, kemacetan akan kembali normal di tanggal 5 esok, karena selain hampir seluruh kantor mulai aktif, anak-anak pun kembali masuk sekolah.

Bicara soal prediksi, erat kaitannya dengan tren. Gaya hidup akan jadi sangat membosankan tanpa adanya tren yang dicetus dan diikuti orang. Dengan adanya tren atau tendensi atau kecenderungan, maka kehidupan bagaikan kertas hitam-putih penuh keteraturan membosankan yang digambarkan dalam novel Lois Lowry, The Giver. Novel inipun diangkat ke layar lebar dan dibintangi oleh Meryl Streep.

Masyarakat kota modern selalu haus akan tren. Dengan adanya tren, maka ada aktivitas, komunitas hingga ujungnya konsumen. Tren tak melulu soal fashion dan kecantikan yang bicara gaya baju dan kecantikan. Semakin berkembang sebuah peradaban, maka selalu saja ada perubahan yang ramai dibicarakan. Tren datang dan pergi dan disitulah ekspektasi semu yang diikuti orang banyak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Liputan khusus Wolipop hari ini meneropong tendensi tren masyarakat akan hal-hal yang akan diterapkan selama setahun ke depan. Untuk beberapa hal seperti fashion dan kecantikan, sifatnya bisa lebih cepat yakni enam bahakan tiga bulan. Sebut saja tren warna marsala yang ramai dibicarakan di segala aspek seni hingga tren retro yang akan terulang kembali di dunia fashion.

Dunia fashion dan kecantikan memang spesifik untuk masalah tren karena hal ini berkaitan dengan produksi barang dalam jumlah besar. Tren pun memiliki tingkatan keaslian, dimana pertama diciptakan oleh desainer, lalu menginspirasi para retail dan kemudian dijiplak oleh pasar yang lebih besar dengan kualitas seadanya. Kamipun berbincang dengan berbagai ahli seperti penata rias selebriti Ryan Ogilvy hingga para desainer.

Gaya busana hijab pun juga kini semakin berkembang dan tak lagi monoton. Jika tahun lalu para hijabers mengenal dua gaya standar yakni penuh warna dan pastel kini semakin berlipat ganda opsinya.

Untuk Anda yang masih lajang, tren berkencan pun semakin tren lewat dunia maya dengan segala aplikasi kencan maupun situs perjodohan yang semakin beragam konsepnya. Sedangkan Anda yang sudah berkeluarga dan akan memiliki momongan, tren nama bayi pun juga terinspirasi oleh banyak hal yang tak kalah keren asal-usulnya.

(fer/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads