Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Pro & Kontra Menjadi Seorang Bapak Rumah Tangga

wolipop
Jumat, 25 Apr 2014 15:21 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Stay home dad atau bapak rumah tangga mungkin masih terdengar aneh dan tak lazim untuk sebagian masyarakat Indonesia. Padahal kondisi ini bisa terjadi pada keluarga manapun. Seorang pria bisa menjadi bapak rumah tangga karena memang profesinya tidak menuntutnya untuk bekerja ke luar rumah. Misalnya saja profesi penulis atau pelukis.

Ketika seorang istri memiliki potensi karir dan penghasilan yang lebih baik, pria pun bisa memutuskan memilih menjadi bapak rumah tangga untuk mengurus anak dan rumah. Mereka 'rela' menjadi orang yang lebih banyak menjalankan peran tradisional wanita.

Pertukaran peran suami dan istri dalam mengurus rumah tangga ini kerap dianggap bisa menyebabkan friksi dalam pernikahan. Misalnya pria menjadi merasa tersudutkan sehingga bisa menyebabkan pertengkaran di antara pasangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apakah memang peran bapak rumah tangga ini selalu berdampak negatif terhadap pernikahan? Jawabannya tentu tidak. Ada juga manfaat positifnya ketika seorang pria merelakan dirinya menjadi orang yang mengurus anak dan rumah tangga.

Simak seluk beluk selengkapnya tentang menjadi seorang bapak rumah tangga, mulai dari stigma sosok pengangguran hingga manfaat positifnya dalam liputan khusus Wolipop.

(fer/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads