Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Suka Bicara "Gak Apa-Apa" Tak Sehat Buat Hubungan

Advertorial - wolipop
Rabu, 15 Apr 2020 00:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

adv pepsodent
Jakarta - "Gak apa-apa" adalah kalimat yang kerap terlontar ketika seseorang dirundung rasa jengkel atau kecewa pada pasangan. Biasanya, ungkapan tersebut dikeluarkan untuk menutupi perasaan yang sebenarnya agar tidak terjadi pertengkaran.

Padahal jawaban "Gak apa-apa" tidak bisa menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah dengan pasanganmu. Mungkin sulit untuk menyatakan keberatan atas perlakuan pasanganmu, seperti saat dia cuek kepada kamu.

Menutupi perasaan demi menghindari pertengkaran dengan harapan pasangan bisa segera paham dengan sendirinya bukan sikap yang benar. Dampaknya, dia akan terus melakukan perbuatan yang sama tanpa memahami keberatanmu.

Padahal perasaan yang terpendam cepat atau lambat akan segera meluap dan menjadi eksplosif. Kamu akan meluapkan semua kemarahanmu tanpa berpikir rasional. Akibatnya, perpecahan akan terjadi karena pasanganmu sesungguhnya tidak tahu apa yang kamu rasakan selama ini.

Mengutip psychcentral.com, mengungkapkan rasa keberatan atau rasa tidak suka merupakan kunci langgengnya suatu hubungan. Memang tidak mudah untuk mengungkapkannya, tetapi #speakupforlove perlu dilakukan demi kebaikan bersama.

Cara terbaik untuk membicarakan perasaanmu, yaitu ungkapkan dengan kata-kata yang baik dan mengajak pasangan berdiskusi. Tujuannya bukan hanya untuk memberi tahu perasaan tidak suka, tapi juga mencari solusi agar hal itu tidak terulang kembali.

Saat berbicara mengenai perasaanmu, kontrol dirimu agar tetap membicarakan fakta tanpa menyeret beragam prasangka dan asumsi yang membuat kata-kata dari mulutmu tidak karuan. Jangan terbawa emosi hingga membuat intonasi bicara meninggi bahkan sampai membentak karena itu akan menimbulkan kegaduhan.

Kamu harus menjadi pasangan yang bijak. Setelah semua unek-unek yang kamu rasakan tersampaikan, berikan pasanganmu kesempatan untuk berbicara. Biarkan dia menjelaskan perlakuannya dan meminta maaf tanpa diinterupsi dan dibantah.

Jangan lupa untuk mendiskusikan keinginanmu terhadap dia, misalnya, kamu ingin lebih diperhatikan atau meminta dia untuk mengabarimu secara rutin. Tapi, bukan berarti permintaan itu harus dituruti. Diskusikan jalan keluar yang terbaik agar tidak ada yang merasa terbeban dan merasa dikekang.

Membicarakan hal-hal terkait perasaan dan kondisi diri juga dapat menghindari kesalahpahaman di antara kalian. Ketika kamu bisa #speakupforlove, mengungkapkan perasaan secara gamblang, perasaan curiga dan prasangka buruk tidak akan timbul di benak masing-masing. Setelah mengetahui perasaan dan kondisi pasanganmu, kamu bisa langsung bertindak untuk menyelesaikan persoalannya.

Sebagai produsen produk kesehatan gigi dan mulut, Close Up berkomitmen untuk membantu orang-orang lebih percaya diri. Salah satu bentuk kepercayaan diri itu, yakni dengan berani mengungkapkan perasaannya, baik itu rasa cinta, kebahagiaan, kesedihan, kekecewaan, dan sebagainya. Selama 50 tahun berkiprah, Close Up membantu banyak orang menjadi lebih dekat dengan cintanya karena memiliki rasa percaya diri.

Agar kamu semakin berani untuk #speakupforlove, Close-Up punya solusinya di sini. (adv/adv)

Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork