Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Indonesia Jadi Masyarakat Paling Mager, Ini yang Dilakukan Anlene

Advertorial - wolipop
Sabtu, 21 Apr 2018 00:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Jakarta - Para peneliti dari Univesitas Stanford Amerika Serikat merilis hasil studi mereka mengenai pejalan kaki di dunia. Melalui aplikasi tracking Argus and the Azumi, para peneliti melihat 717.627 langkah kaki orang di 111 negara di seluruh dunia.

Hasilnya, Hong Kong menjadi negara yang tergolong paling aktif di dunia dengan rata-rata 6.880 langkah per hari disusul China 6.180 langkah serta Ukraina 6.107 langkah.

Bagaimana dengan Indonesia? Memprihatinkan, Indonesia justru masuk ke dalam negara yang paling malas berjalan kaki. Perolehannya jauh di bawah Hong Kong dengan 3.513 langkah kaki.

Sejalan dengan para peneliti Stanford, Kementerian Kesehatan pada tahun 2017 pernah menyebut 1 dari 4 masyarakat Indonesia tidak aktif bergerak. Itu dibuktikan dari langkah orang Indonesia yang di bawah 5.300 langkah. Jumlah ini jauh di bawah langkah masyarakat dunia sebesar 5.000 langkah.

Melihat hasil penelitian tersebut membuktikan masyarakat Indonesia masih kurang berjalan dan bergerak. Padahal jika kebiasaan sederhana seperti itu tidak digalakkan akan membuat tingkat kesehatan masyarakat menurun bahkan timbul banyak penyakit.

Timothy Armstrong, PhD, selaku Coordinator of the Surveillance and Population-based Prevention Program for the World Health Organization (WHO) di Jenewa, Swiss menuturkan kurangnya aktivitas fisik menempati urutan keempat sebagai faktor risiko utama penyakit kronis setelah tekanan darah tinggi, penggunaan tembakau, dan kolesterol tinggi.

Dikutip dari detikHealth, peneliti di University of Texas Southwestern Medical Center mengatakan orang yang duduk terlalu lama lebih dari 10 jam per hari paling berisiko untuk penyakit jantung. Ada peningkatan risiko penyakit setidaknya sampai 8 persen dibandingkan populasi umumnya.

"Temuan kami memperlihatkan bahwa waktu berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskuler, terlepas dari faktor seperti indeks massa tubuh dan aktivitas fisik, hanya bila dilakukan pada tingkat yang sangat tinggi," kata dr Pandey.

Dilatarbelakangi hal tersebut, Anlene pun mengkampanyekan Anlene Ayo Indonesia Bergerak. Tujuannya tentu saja mengajak masyarakat Indonesia bergerak dan membuktikan bahwa masyarakat bisa melakukan lebih.

Selama dua minggu mulai 8 April 2018, Anlene menggelar gerak estafet berupa lari dan bersepeda di Yogyakarta sampai ke Jakarta. Bekerja sama dengan komunitas olahraga, akan ada 25 titik pergantian peserta yang diramaikan dengan beragam kegiatan seru, seperti Fun Walk bersama Indy Barends dan Prisia Nasution, Fun Exercise, cek kesehatan tulang dan usia tubuh di Anlene Movemax arena, serta akan ada berbagai doorprize menarik untuk para peserta yang hadir di acara Anlene Ayo Indonesia Bergerak.

Acara puncak akan berlangsung di Lapangan Parkir Selatan GBK Senayan, Jakarta pada 22 April 2018. Gimana? Seru kan! Yuk, mulai bergerak dari gerakan sederhana seperti lari dan bersepeda agar hidup lebih sehat. Informasi lebih lanjut bisa dilihat di sini. (adv/adv)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork