Andalkan Perencanaan Keluarga dengan Kontrasepsi Jangka Panjang

Advertorial - wolipop Rabu, 11 Okt 2017 00:00 WIB
Foto: Shutterstock Foto: Shutterstock

Jakarta - Melakukan perencanaan keluarga adalah hal penting bagi setiap pasangan suami istri. Masing-masing pasangan tentunya memiliki perencanaan yang berbeda. Ada yang menunda punya anak ataupun keinginan mempunyai anak dengan jarak yang telah ditentukan.

Demi mewujudkan perencanaan keluarga yang sudah disusun matang-matang, maka pasangan suami istri harus memikirkan bagaimana solusi yang tepat. Menggunakan alat kontrasepsi adalah cara yang tepat untuk menunda kehamilan dalam jangka panjang atau mengatur jarak kehamilan antar anak pada periode tertentu.

Anda bisa memilih alat kontrasepsi Intrauterine Device (IUD) bagi wanita. Mengapa harus menggunakan IUD? Ini keunggulannya:

Efektif Menunda Kehamilan

Alat kontrasepsi yang telah banyak digunakan wanita Indonesia ini dipasang di dalam rahim. Dengan bentuk T dan berukuran sekitar 3 cm, IUD dapat mencegah pertemuan sel telur dan sperma. Untuk keefektifannya, IUD bisa mencegah kehamilan sampai 99,4 persen dan direkomendasikan oleh WHO. IUD membuat perencanaan keluarga menjadi lebih baik. Sebab, jarak antar anak bisa dijaga. Pada akhirnya, perencanaan masa depan anak juga akan berjalan lebih baik.

Tidak Mempengaruhi ASI

IUD non hormonal tidak mempengaruhi produksi dan kualitas ASI. Jadi IUD jenis ini sangat cocok digunakan oleh ibu menyusui karena tidak mengandung hormon jenis apapun.

Faktanya, ASI diproduksi dari hormon prolactin yang dipengaruhi hormon estrogen. Maka ibu menyusui dilarang menggunakan kontrasepsi yang mengandung hormon estrogen. Sebab, dapat menekan kadar hormon prolactin yang bisa membuat produktivitas ASI terhambat atau berhenti. Pastikan Anda menggunakan kontrasepsi yang pro ASI.

Pemasangan dan Pelepasan Efisien

IUD banyak diminati wanita karena pemasangan dan pelepasannya lebih efisien. Selain itu, IUD tidak menganggu kesuburan dan biayanya relatif terjangkau. Pemakainya juga akan merasa nyaman dalam jangka waktu 3 sampai 10 tahun. Bahkan pemasangan IUD tidak akan menganggu pasangan suami istri saat melakukan hubungan intim.

Perlu diperhatikan, pemasangan IUD harus dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih. Jika sudah dipasang, periksakan kondisi IUD setahun sekali ke dokter atau bidan. Pemasangannya bisa dilakukan kapan saja. Apabila berencana memasang IUD langsung setelah melahirkan, pemasangan harus dilakukan dalam kurun waktu 48 jam atau menunggu 6 minggu setelahnya.

Pemakaian IUD biasanya memberikan efek samping yang biasanya terjadi seperti nyeri pada perut bagian bawah, perubahan siklus haid pada 3 hingga 6 bulan pertama pemakaian, dan timbul bercak atau flek saat periode menstruasi. Faktanya, IUD tidak dianjurkan untuk orang yang punya riwayat infeksi radang panggul. Selain itu, IUD tidak memberikan perlindungan terhadap IMS dan HIV/AIDS.

Selain keunggulan tersebut, Anda juga harus mengetahui mitos seputar IUD. Pasalnya, banyak mitos yang beredar tentang pemakaian IUD. Misalnya IUD dapat berpindah tempat hingga ke bagian jantung. Hal ini jelas salah karena IUD dipasang di rongga rahim yang tidak memiliki lubang lain selain vagina. IUD hanya mungkin bergeser sedikit sejak waktu pemasangan.

Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi www.tundakehamilan.com. (adv/adv)