Andalkan Perencanaan Keluarga dengan Kontrasepsi Jangka Panjang

adv - wolipop Senin, 18 Sep 2017 00:00 WIB

Jakarta - Melakukan perencanaan keluarga adalah hal penting bagi setiap pasangan suami istri. Masing-masing pasangan tentunya memiliki perencanaan yang berbeda. Ada yang menunda punya anak ataupun keinginan mempunyai anak dengan jarak yang telah ditentukan.

Demi mewujudkan perencanaan keluarga yang sudah disusun matang-matang, maka pasangan suami istri harus memikirkan bagaimana solusi yang tepat. Menggunakan alat kontrasepsi adalah cara yang tepat untuk menunda kehamilan dalam jangka panjang atau mengatur jarak kehamilan antar anak pada periode tertentu.

Anda bisa memilih alat kontrasepsi Inyrauterine Device (IUD) bagi wanita. Mengapa harus menggunakan IUD? Ini keunggulannya:

Efektif Menunda Kehamilan

Alat kontrasepsi yang telah banyak digunakan wanita Indonesa ini dipasang di dalam rahim. Dengan bentuk T dan berukuran sekitar 3 cm, sel telur yang telah dibuahi bisa dicegah agar tidak masuk ke rahim. Untuk keefektifannya, IUD bisa mencegah kehamilan sampai 99,4 persen. Angka kegagalannya sangat rendah, yakni sekitar 0,2-0,8 kasus dari tiap 100 kehamilan.

Dalam hal keamanannya, IUD dinilai menjadi metode kontrasepsi paling efektif dan direkomendasikan oleh WHO. IUD membuat perencanaan keluarga menjadi lebih baik. Sebab, jarak antar anak bisa dijaga. Pada akhirnya, perencanaan masa depan anak juga akan berjalan lebih baik.

Tidak Mempengaruhi ASI

IUD non hormonal tidak mempengaruhi produksi dan kualitas ASI. Jadi IUD jenis ini sangat cocok digunakan oleh ibu menyusui karena tidak mengandung hormon jenis apapun.

Faktanya, ASI diproduksi dari hormon prolactin yang dipengaruhi hormon estrogen. Maka ibu menyusui dilarang menggunakan kontrasepsi yang mengandung hormon estrogen. Sebab, dapat menekan kadar hormon prolactin yang bisa membuat produktivitas ASI terhambat atau berhenti. Pastikan Anda menggunakan kontrasepsi yang pro ASI.

Pemasangan dan Pelepasan Efisien

IUD banyak diminati wanita karena pemasangan dan pelepasannya lebih efisien. Selain itu, IUD tidak menganggu kesuburan dan biayanya relatif terjangkau. Pemakainya juga akan merasa nyaman dalam jangka waktu 3 sampai 10 tahun. Bahkan pemasangan IUD tidak akan menganggu pasangan suami istri saat melakukan hubungan intim.

Andalan menghadirkan IUD dengan berbagai unggulan. Ada jenis IUD untuk wanita dengan rahim yang kecil, IUD non hormonal, dan IUD yang bisa mencegah kehamilan dalam jangka waktu yang lama yakni sampai 10 tahun. Untuk informasi lebih lengkap mengenai jenis IUD dari Andalan, klik disini.

Perlu diperhatikan, pemasangan IUD harus dilakukan oleh tenaga medis yang terlatih. Jika sudah dipasang, periksan kondisi IUD setahun sekali ke dokter atau bidan. Pemasangan IUD harus dilakukan segera setelah melahirkan atau setelah plasenta keluar. Jika belum pernah melahirkan, IUD bisa dipasang kapan saja dengan catatan tidak saat haid.

Pemakaian IUD biasanya memberikan efek samping, tetapi tidak bersifat permanen dan tergantung penerimaan tubuh. Efek samping yang biasanya terjadi yakni rasa tidak nyaman atau nyeri di pada perut bagian bawah, perubahan siklus haid pada 3 bulan pertama pemakaian, timbul bercak atau flek saat periode menstruasi, pembengkakan panggul bagi orang yang punya riwayat infeksi radang panggul. Faktanya, IUD tidak dianjurkan untuk orang yang punya riwayat infeksi radang panggul. Selain itu, IUD tidak memberikan perlindungan terhadap IMS dan HIV/AIDS. (adv/adv)