Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Formula Untuk Cegah Gigi Berlubang

adv - wolipop
Jumat, 26 Feb 2016 00:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Jakarta -

"Ingat, sikat gigi dua kali sehari secara rutin," begitu kira-kira ucapan yang sering Anda dengar ketika masih kecil. Baik dari orang tua maupun guru di sekolah. Ketika dewasa peringatan tersebut melekat di pikiran dan menyikat gigi dua kali sehari jadi kebiasaan.

Tapi tahukah Anda seiring dengan berkembangnya pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut, ditemukan fakta bahwa menyikat gigi saja tidak cukup. Menyikat gigi tidak dapat membersihkan seluruh bagian rongga mulut. Hanya permukaan gigi saja yang bersih. Sementara bakteri dan mikroorganisme buruk tidak hanya hidup di permukaan gigi.

Sikat gigi seberapa pun elastisnya sulit menjangkau bagian-bagian terdalam. Misal seperti sela-sela gigi, lidah, dan bagian rongga mulut lainnya. Akhirnya masalah-masalah seperti gigi berlubang, sakit gigi, bau mulut, karang gigi dan lain-lain bisa saja tetap terjadi. Karena itu membersihkan gigi dan mulut sebaiknya dilakukan dengan formula ini yaitu brush (sikat) – floss (bersihkan sela gigi) – rinse (kumur).

Sejalan dengan perkembangan ilmu, diketahui bahwa sikat gigi sebaiknya disertai dengan flossing dan berkumur. Flossing dan berkumur sangat dianjurkan untuk menjaga kebersihan oral secara menyeluruh. Dental floss dapat menjangkau sela-sela gigi sehingga sisa makanan yang menyelip dapat dibersihkan, tidak tinggal terlalu lama di dalam mulut. Dengan demikian kondisi flora dalam mulut kembali seimbang. Sementara berkumur dapat membantu mengurangi bakteri buruk dalam mulut yang dapat menyebabkan plak hingga bau mulut.

"Flora di dalam mulut kita sangat mudah berubah. Misalnya saja sesudah makan biasanya mulut akan lebih asam, PH-nya berubah. Ini karena sisa makanan, terutama yang mengandung zat gula jika bersentuhan dengan bakteri pada biofilm akan terfermentasi jadi zat asam. Email akan lama-lama terdemineralisasi oleh zat asam dan bisa berlubang. Ini kalau Anda malas membersihkan gigi dan mulut," lanjut drg.Angky.

Frekuensi membersihkan gigi dan mulut minimum yang harus dilakukan adalah dua kali sehari. Durasinya bisa 1-2 menit atau lebih jika diperlukan. Sementara untuk berkumur dapat dilakukan setiap usai menyikat gigi dan flossing atau sesuai kebutuhan.

"Memang air liur kita secara alami akan membantu menetralkan kembali keseimbangan flora di mulut setelah makan. Tapi pembersihan secara mekanis dan kimiawi dengan tahapan sikat – floss – kumur tetap harus dilakukan untuk kesehatan gigi dan gusi," lanjut drg. Angky.

Untuk penggunaan harian bagi kesehatan gigi dan gusi Anda sebaiknya menggunakan cairan kumur dengan kandungan antiseptik. Saat ini sudah ada cairan kumur yang mengandung antiseptik alami berupa empat minyak essential yaitu menthol, thymol, eucalyptol dan methyl salicylate. Empat minyak essential tersebut mengurangi kuman penyebab bau mulut dan plak.

Salah satu produk cairan kumur yang telah menggunakan keempat minyak essential tersebut sebagai bahan antiseptik alaminya adalah LISTERINE®. LISTERINE® memiliki berbagai varian yaitu, Cool Mint, Fresh Burst, Original, dan Fresh Citrus. Bagi yang tidak suka dengan rasa mint ada juga varian natural green tea dengan sensasi rasa yang lebih ringan namun dapat membantu mengurangi resiko gigi berlubang dengan kandungan fluoride-nya.

Selain itu, LISTERINE® juga merilis beberapa varian untuk perawatan khusus seperti LISTERINE® Multi Protect untuk perlindungan lengkap mulutmu, Tartar Control dan Teeth and Gum Defense.

Listerine Multi Protect memiliki enam keunggulan dari memberikan nafas segar, membantu mencegah gigi berlubang, membantu mencegah karang gigi, membantu mengurangi plak dengan penggunaan minimal tiga bulan, menjaga kesehatan gusi dan melawan kuman.

Tentang Dokter:

Drg. Sri Angky Soekanto, DDS, PhD


Praktisi kesehatan gigi dan pakar biologi oral Universitas Indonesia. Aktif sebagai dosen Departemen Biologi Oral Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Menyelesaikan jenjang pendidikan S3 dan meraih gelar PhD dari Faculty of Dentistry, Tokyo Medical and Dental University. Selain mengajar, hingga saat ini aktif melakukan sejumlah penelitian di bidang biologi oral, juga aktif menerbitkan jurnal kesehatan gigi berkolaborasi dengan sejumlah pakar dari dalam dan luar negeri. (adv/adv)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork