Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Tips Tangkal Bau Mulut Agar Silaturahmi Tetap Lancar

Advertorial - wolipop
Jumat, 24 Jul 2015 00:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: adv
Jakarta -

Setiap orang tentunya ingin tampil prima saat mendatangi acara Halal Bin Halal seusai Idul Fitri. Tak terkecuali Anda. Berbagai upaya dilakukan mulai dari menyiapkan kondisi kesehatan tubuh, pakaian baru, sejumlah perawatan tubuh dan masih banyak lagi. Namun ada satu masalah tidak terduga yang dapat merusak semua persiapan matang Anda, yaitu bau mulut. Masalah ini memang dapat seketika menurunkan rasa percaya diri, khususnya saat Anda berkomunikasi dengan orang lain.

Bau mulut sebenarnya dapat dicegah atau dikurangi dengan cara yang mudah. Seperti kita ketahui, masalah ini memiliki banyak penyebab, terutama adalah, kurang bersih dan sehatnya area rongga mulut. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh konsumsi makanan tertentu yang dapat memicu aroma tak sedap.

Agar momen kebersamaan Anda tidak terganggu dengan bau mulut dan silaturahmi tetap lancar, ikuti beberapa tips berikut:

1.
Hindari makanan beraroma tajam

Sangat dimengerti jika Anda merindukan makanan khas Idul Fitri yang hanya ditemukan setahun sekali. Namun, jika itu terbuat dari bahan-bahan makanan yang beraroma tajam seperti jengkol, petai atau durian, hindarilah sebisa mungkin. Aroma khas makanan-makanan tersebut akan sulit sekali hilang dari mulut meskiAnda sudah menyikat gigi atau berkumur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2.
Jangan konsumsi makanan berprotein secara berlebih

Makanan berprotein tinggi seperti daging dan produk-produk susu ternyata dapat memicu bau mulut. Proses pencernaan protein akan meninggalkan residu berupa senyawa sulfur yang memiliki aroma khas. Ini yang menyebabkan mulut menjadi lebih berbau.

3.
Cukupi kebutuhan air

Bau mulut juga dapat disebabkan oleh keringnya rongga mulut. Air liur menjadi lebih kental dan lebih sulit untuk menjalankan fungsinya sebagai pembersih alami gigi sehingga bakteri lebih mudah berkembang.Cukupkan konsumsi air putih dibandingkan minuman manis.

4.
Rajin sikat gigi, flossing dan berkumur

Untuk memastikan kebersihan gigi tetap terjaga dan bebas masalah, tentunya kewajiban menyikat gigi dua kali sehari sesudah sarapan dan sebelum tidur tentu tidak boleh dilupakan. Agar kebersihan gigi tetap terjaga dan terlindung maksimal, berkumurlah dengan mouthwash yang memiliki kandungan antiseptik alami. Pilih varian rasa yang menyegarkan agar mulut tetap terasa bersih dan harum.

"Mouthwash dapat membantu melawan kuman penyebab bau mulut. Untuk hasil maksimal sebaiknya digunakan dua kali sehari setelah menggosok gigi secara tepat dan benar sesuai anjuran PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia). Hal ini diharapkan dapat menjaga mulut tetap segar dan tidak berbau," ujar Drg. Mita Juliawati, MARS.

Pilihlah mouthwash yang mengandung antiseptik alami seperti LISTERINE. Dengan kandungan 4 essential oil (thymol, menthol, eucalyptol dan methyl salicylate), LISTERINE mampu menembus lapisan biofilm plak, membunuh 99.9% kuman penyebab bau mulut, plak dan gigi berlubang. Untuk mencegah plak kembali terbentuk dan untuk menjaga email gigi, LISTERINE juga diperkaya dengan kandungan zinc dan fluoride.

Silakan si formnya dan dapatkan produk gratis dari LISTERINE disini.

Jika ingin mendapatkan nafas segar sepanjang hari, cobalah berkumur dua kali sehari selama 30 detik secara teratur dengan LISTERINE sebanyak 20 ml seusai menyikat gigi di pagi hari dan malam hari sebelum tidur.

"Selain melakukan perawatan gigi sesuai anjuran, jangan dilupakan untuk secara teratur memeriksakan gigi dengan kontrol ke dokter gigi terdekat setidaknya 6 (enam) bulan sekali. Hal ini membantu pemeriksaan dini sehingga apabila ditemukan kelainan dalam rongga mulut dapat segera diatasi," lanjut Drg. Mita Juliawati, MARS.

Tentang Dokter :

Drg. Mita Juliawati, MARS

Praktisi kesehatan gigi yang mendalami ilmu kesehatan gigi masyarakat. Selain berkonsentrasi sebagai tenaga medis di berbagai rumah sakit, Drg. Mita juga merupakan Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia. Beliau mengabdikan dirinya sebagai dosen di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Usakti. Saat ini, beliau menjabat sebagai Wakil Direktur Pelayanan dan Pendidikan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan FKG Usakti Staf Departement IKGMP (Ilmu Kesehatan Gigi Masyarakat dan Pencegahan/Public Health). Beliau pun aktif melakukan sejumlah penelitian dan analisa mengenai manajemen rumah sakit gigi dan mulut yang diterbitkan ke dalam jurnal atau makalah dan menjadi pembicara di berbagai seminar.

(adv/adv)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads