Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Mulut Terasa Kesat dan Kering Karena Sering Menggunakan Mouthwash. Mitos atau Fakta?

wolipop
Rabu, 06 Mei 2015 00:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Jakarta -

Jika selama ini Anda menjaga kebersihan gigi hanya dengan menyikat gigi saat mandi pagi dan malam hari, ada baiknya Anda mulai meningkatkan kualitas perawatan gigi dan mulut Anda. Sikat gigi saja tidaklah cukup karena hanya mampu membersihkan 25% dari seluruh area mulut. Agar lebih terlindungi, Anda pun disarankan menggunakan dental floss atau minimal menggunakan mouthwash setelah menyikat gigi.

Mengubah kebiasaan memang seringkali menimbulkan ketidaknyamanan. Termasuk jika Anda mengubah rutinitas membersihkan gigi dan mulai mencoba menggunakan mouthwash. Anda akan merasa ketidaknyamanan. Misalnya saja, mulut terasa lebih kesat atau kering dan terasa ringan.

“Rasa kesat mungkin saja timbul, karena lapisan biofilm plak yang sifatnya licin jadi bersih. Permukaan gigi dan mulut tentunya akan terasa lebih kesat. Tapi ini tandanya bakteri penyebab plak tidak bertumbuh kembang,” ujar Drg. Farichah Hanum, M.Kes, Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rasa mulut lebih kesat dan ringan tersebut sebenarnya hanya soal kebiasaan saja. Sama seperti ketika Anda memotong rambut. Jika biasanya Anda memiliki rambut panjang, setelah rambut menjadi pendek tentu rasanya ada sesuatu yang hilang atau janggal. Perasaan tersebut tidak ada hubungannya dengan efek penggunaan mouthwash.

Mouthwash umumnya menggunakan zat antiseptik yang justru efektif melawan bakteri dan kuman jahat di dalam mulut. Antiseptik biasanya berupa minyak atsiri (essential oil), seperti thymol, menthol, eucalyptol dan methyl salicilate.

Keempat kandungan essential oil tersebut juga membantu memerangi bakteri penyebab plak di bagian rongga mulut lainnya, seperti lidah dan gusi. Berkurangnya plak akan mencegah masalah-masalah seperti gigi berlubang, infeksi gusi dan karang gigi terjadi.

“Selama ini memang penggunaan mouthwash belum menjadi budaya di Indonesia. Tetapi sebenarnya sangat baik untuk diterapkan sehari-hari. Berdasarkan data-data ilmiah, mouthwash memiliki efek baik menghambat pertumbuhan bakteri pada mulut karena kandungan antiseptiknya. Selain itu, menyempurnakan kebersihan gigi dan rongga mulut,” ujar dokter yang juga mengajar sebagai dosen di Universitas Diponegoro – Semarang ini.

Salah satu mouthwash yang dikenal memiliki kempat essential oil tersebut adalah Listerine® Multi Protect. Dengan 6 perlindungan, Listerine® Multi Protect mampu menembus lapisan biofilm plak, membunuh 99,9% kuman dan bakteri, mencegah karang gigi, dan gigi berlubang dan menyehatkan gusi serta memberikan nafas segar sepanjang hari.

 

Listerine®  Multi Protect juga memiliki kandungan zinc untuk mencegah plak kembali terbentuk dan fluoride yang dapat memperkuat email gigi. Agar lebih efektif berkumurlah dengan 20 ml cairan Listerine®  Multi Protect selama 30 detik. Lakukan ini secara teratur setiap usai menyikat gigi.

Klik di sini (link) jika Anda ingin memperoleh sampel gratis dari Listerine®  Multi Protect. 

(adv/adv)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads