Kisah Wanita Dulu Dokter Bergelar PhD Tapi Lebih Bahagia Jadi Ojol Makanan
Profesi bergaji tinggi tidak selalu menjamin kebahagiaan. Seorang wanita mengaku memilih untuk berhenti jadi dokter untuk mengutamakan keinginan hatinya. Ia pun meninggalkan profesi terpandang untuk menjalani tiga pekerjaan freelance, termasuk jadi pengantar makanan.
Liu Zihan adalah lulusan doktoral kedokteran China meninggalkan pekerjaannya yang menjanjikan di rumah sakit untuk menjalani gaya hidup yang lebih bebas. Daripada berhadapan dengan pasien, kini ia mencari nafkah dengan mengantarkan makanan, menyanyi di pub, menjual sarapan, dan masih mencari pekerjaan paruh waktu lain yang menarik minatnya.
Dilansir SCMP, sebelum meninggalkan pekerjaan penuh waktu pada bulan Februari, Liu menjabat sebagai psikiater dan peneliti pascadoktoral di rumah sakit Kelas 3A di Zhuhai, di provinsi Guangdong, China selatan. Rumah sakit ini berada pada tingkat tertinggi dan paling bergengsi dalam sistem klasifikasi layanan kesehatan nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun selama bekerja sebagai dokter, Liu menggambarkan hidupnya sebagai meritokratis. Dia dibesarkan di salah satu provinsi paling kompetitif, Hebei di China utara, dan belajar selama satu tahun di Sekolah Menengah Hengshui, yang terkenal secara nasional karena disiplin gaya militernya.
Liu Zihan Foto: Dok. YZWB via SCMP |
Pada 2022, di usia 27 tahun, Liu telah meraih gelar doktor dan mendapatkan posisi di sebuah rumah sakit bergengsi di Zhuhai. Selama jadi tenaga medis, ia sebenarnya menerima tanggapan positif dari para pasiennya yang bahkan mengirimkan surat ucapan terima kasih serta panji-panji tanda terima kasih.
Ia merasa senang berinteraksi dengan pasien tapi pada akhirnya, ia merasa semakin sulit menerima lingkungan kerja konvensional yang menuntut kepatuhan terhadap jadwal harian yang kaku.
Liu menyadari bahwa gelar doktor dapat membuka jalan menuju pekerjaan terpandang dengan gaji tinggi namun ia juga sadar bahwa bukan kehidupan seperti itulah yang ia inginkan. Wanita 37 tahun itu akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri setelah dua tahun mempertimbangkan.
Setelah mengundurkan diri, ia sempat bepergian, lalu berjualan sarapan dan bernyanyi di pub. Selama masa itu, ia menjalin pertemanan dengan beragam orang yang mengelola restoran, pub, dan kedai makanan, pekerjaan yang sering kali dianggap kurang bergengsi. Namun, Liu menemukan adanya optimisme, ketangguhan, dan sikap santai pada diri mereka, hal-hal yang jarang ia temui dalam kehidupan sebelumnya.
Liu belajar dari pengalaman mereka dan merangkul gaya hidup yang bebas sebagai pekerja paruh waktu, tanpa perlu merencanakan hari esok ataupun menghitung penghasilan bulanan.
Liu Zihan Foto: Dok. YZWB via SCMP |
Wanita tersebut kini tetap menjalani profesinya sebagai terapis secara paruh waktu. "Para kurir berbagi informasi lalu lintas, sementara penyanyi pub dan pemilik kedai saling menjaga satu sama lain. Dibandingkan dengan nilai akademis dan persaingan, ada nilai-nilai yang jauh lebih bermakna, seperti kepedulian dan dukungan."
Dikatakan bahwa orang tua Liu merasa bingung dengan pilihan hidupnya. Namun, mereka perlahan mulai bisa menerima keputusannya setelah Liu menjelaskan bahwa ada begitu banyak pengalaman baru yang menantinya.
Kini Liu bermimpi untuk menggelar konser, mengabadikan perjalanannya dalam sebuah film, serta memiliki halaman kecil tempat kucingnya bisa bermain dengan bebas suatu hari nanti.
Liu Zihan Foto: Dok. YZWB via SCMP |















































