Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Viral Kisah Wanita Cuti Melahirkan Tak Dipercaya Bos, Harus Selfie Bareng Bayi

Rahmi Anjani - wolipop
Selasa, 28 Jul 2026 12:01 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Ilustrasi Ibu dan Bayi Baru Melahirkan
Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Beberapa perusahaan memerlukan bukti, seperti surat dokter untuk bisa izin sakit. Namun seorang atasan membutuhkan lebih dari dokumen untuk percaya bahwa pegawainya benar-benar melahirkan. Curiga dibohongi, ia bahkan meminta foto yang mengundang kemarahan netizen.

Curhatan seorang pekerja di Malaysia menuai perbincangan di media sosial. Dalam postingannya, wanita itu meminta izin tidak masuk karena masih dalam masa pemulihan di rumah sakit setelah melahirkan. Tak disangka, atasannya masih berulang kali memintanya memberikan foto dan dokumen lain padahal sudah dikirimi foto kartu registrasi bayi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Atasan saya terus mendesak saya untuk berfoto selfie sambil menggendong bayi saya. Mereka bahkan meminta saya untuk mengambil foto rekam medis saya untuk membuktikan bahwa saya telah dirawat di ruang bersalin. Tidak bisakah mereka menunggu sampai saya keluar dari rumah sakit sebelum meminta semua ini?" katanya.

Seorang wanita biasanya tidak diminta bukti melahirkan karena sudah menunjukkan tanda-tanda kehamilan, yang paling jelas perut membesar. Suami wanita itu pun sudah memberikan kartu registrasi yang jelas menunjukkan nama dan tanggal lahir anaknya. Namun, tampaknya itu belum cukup.

ADVERTISEMENT

Merasa frustrasi dan tak berdaya, akhirnya ia mengirimkan foto dirinya mengenakan gaun rumah sakit berwarna merah muda. Namun atasan tersebut tetap menolak untuk mempercayainya dan bersikeras untuk melihat foto dirinya bersama bayinya.


Yang paling membuatnya kesal adalah meski telah bekerja sama dengan semua tuntutan yang tidak masuk akal, perusahaan tersebut tetap tidak mau memperbarui kontraknya.

Banyak netizen menyatakan keterkejutan dan kemarahan atas curhatan wanita tersebut. Mereka mempertanyakan keperluan foto sementara yang lain menduga bahwa atasan tersebut mungkin hanya mencari alasan untuk tidak memperbarui kontraknya.

"Apakah orang seperti ini pantas menjadi bos? Berdasarkan perilaku ini, jika seorang karyawan meninggal dunia, mereka bahkan mungkin menuntut agar orang tersebut memberikan bukti kematiannya sendiri," tulis netizen.

(ami/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads