ADVERTISEMENT

Viral Verificator

Viral Wanita Dijuluki Petani Cantik dari Kampung Terpencil Tasikmalaya

Gresnia Arela Febriani - wolipop Senin, 08 Agu 2022 06:00 WIB
Kisah petani jamur viral di media sosial. Foto: Dok. Youtube Channel Vlog Pedesaan.
Tasikmalaya -

Wanita yang bekerja sebagai petani jamur ini mendadak viral di media sosial. Memperlihatkan proses panen jamur tiram, dia disebut gadis desa cantik dari kampung terpencil di Tasikmalaya.

Kisah wanita cantik yang bekerja sebagai petani jamur tiram itu viral setelah diunggah oleh akun Youtube Channel vlog Pedesaan. Dalam video berjudul Perjuangan Gadis Desa cantik Dengan Rutinitasnya di kampung terpencil indah, Tasikmalaya, diketahui nama wanita itu adalah Santi.

Paras Santi yang mencuri perhatian warganet. Dalam video terlihat, Santi memakai hijab segi empat hitam, atasan merah marun dan kain batik lilit khas wanita desa. Ia sehari-hari memanen jamur. Setiap pagi dia berjalan kaki ke tempat budidaya jamur dan mengumpulkan jamur yang siap panen.

[Gambas:Youtube]

Akun Youtube yang sudah mempunyai 38.9 ribu subscribers ini kerap mengunggah berbagai kegiatan yang berada di desa. Kali ini, ia merekam kegiatan Santi yang sedang memanen jamur.

"Setiap hari dipanen jamurnya kalau pagi jam 09.00 atau jam 11.00 WIB. Kalau pagi sekitar jam 06.00 WIB, masih kecil jamurnya. Dikasih ke bandarnya (kalau jamur sudah terkumpul)," kata Santi.

Ia sibuk melihat kondisi jamur yang siap dipanen atau tidak di baglog jamur, yaitu media jamur tiram yang terdiri dari serbuk gergaji, kapur, bekatul yang dibungkus dengan plastik bening tahan panas dan diberi bibit jamur. Santi menjelaskan jika jamur tiram ada yang warna putih dan hitam. Ia juga menyebutkan harga jamur yang bisa dijual ke pasaran.

"Satu kilo jamur ini harganya Rp 13 ribu, kalau ke bandar satu kilo Rp 10 ribu. Kalau jamur hitam sekitar Rp 20 - 24 ribu kualitasnya lebih bagus," ungkap Santi.

Kisah petani jamur viral di media sosial.Kisah petani jamur viral di media sosial. Foto: Dok. Youtube Channel Vlog Pedesaan.

Unggahan tentang petani jamur cantik ini sudah ditonton 8.465 Views dan mendapatkan beragam komentar dari warganet. Ada yang memuji kegigihan Santi bekerja dan salfok dengan kecantikannya.

"Bismilah masya Allah neng Santi rajin banget bekerja apa aja ini gadis yang patut dicontoh buat gadis-gadis lainya. Neng Santi itu orang cantik rajin murah senyum soleha. Pokoknya kalau diberi jodoh sama neng Santi laksana punya istri dari bidadari yang turun dari kayangan semoga neng Santi sehat selalu dan menjadi anak yang sukses amin. Da cenel velog pedesan makin sukses ke depanya amin," kata akun Berkah Ber.

"Suasana dan pesona alamnya itu lo yang bikin seger lihatnya, apalagi ketemu si teteh gadis desa yang manis kayak es tebu, jadi makin betah nontonnya😀🙏," ucap akun sekitar kita channel.

"Masya Allah, bikin suasana hati jadi adem melihat pedesaan kek gini," saut akun Vionir Jaya.

"Sebuah kisah hidup yang luar biasa, terus semangaat!" timpal akun Amithya Ratnanggani.

"Semoga usahanya sukses dan bermanfaat," harap akun @Muhammad Hissham.

Kisah petani jamur viral di media sosial.Kisah petani jamur viral di media sosial. Foto: Dok. Youtube Channel Vlog Pedesaan.

Konfirmasi Wolipop

Wolipop sudah menghubungi Dany Ramdany atau biasa dipanggil Den den Gondrong yang mengunggah video tentang Santi, petani jamur cantik dari kampung terpencil di Tasikmalaya. Ia menceritakan kehidupan Santi, petani jamur yang videonya dia unggah ke Youtube.

"Santi namanya tingal di Tasikmalaya. Kemarin vlog terakhir dia. Karena mau fokus sekolah. Dia anak kurang beruntung, usia dua tahun sudah ditinggal ibu bapaknya, dirawat sama neneknya. Lalu neneknya meninggal, dirawat sama kakak dari ibunya," kata Den yang sudah aktif membuat video di YouTube selama dua tahun kepada Wolipop, Jumat (5/8/2022).

Dalam membuat video yang diunggah ke YouTube, Den melakukannya hanya dengan dibantu seorang juru kamera. Sesuai nama chanel YouTube miliknya, dia konsisten membuat konten kehidupan pedesaan. Dia juga sering menampilkan kisah gadis desa yang ditemuinya, seperti Santi.

"Saya meliput gadis desa termotivasi setelah beberapa gadis desa yang ditemui mereka kurang beruntung dan punya kelebihan dari pada gadis desa yang lain. Dan punya sosok dan pribadi yang baik," ungkapnya.

"Saya memilih konten pedesaan karena saya orang desa yang tinggal merantau di Jakarta sudah puluhan tahun. Rindu akan suasana desa. Ternyata banyak pula yang merasakan hal serupa setelah saya upload terlihat dari pada komentar mereka," lanjutnya.

Melalui berbagai unggahan videonya, Den berharap penonton selalu bersyukur dengan nikmat dan keadaan sekarang yang Allah berikan. "Banyak sekali orang desa sana yang serba kekurangan tapi mereka tetap semangat menjalani hidup serba keterbatasan dan kekurangan," pungkasnya.

(gaf/eny)