Di Negara Ini, Wanita Bisa Ambil Cuti Kerja 3 Hari Saat Menstruasi

Rahmi Anjani - wolipop Sabtu, 14 Mei 2022 08:00 WIB
Asian woman has stomachache while she meeting with her friend in cafe. Foto: Thinkstock
Jakarta -

Meski terjadi dirasakan wanita hampir setiap bulan, menstruasi tetap terasa tidak nyaman. Apalagi sebagian wanita mengalami nyeri yang lebih hebat hingga sulit untuk menjalani pekerjaan. Untuk itu, di beberapa negara, pekerja boleh mengambil cuti ketika menstruasi, termasuk Indonesia. Negara lain yang juga akan menerapkan aturan itu adalah Spanyol.

Pemerintah Spanyol akan mengenalkan aturan terkait terkait kesehatan reproduksi wanita. Dilaporkan bahwa Spanyol akan menjadi negara Barat pertama yang memperbolehkan wanita untuk cuti saat menstruasi. Sebelumnya, negara lain yang sudah menerapkannya adalah Indonesia, Jepang, Korea Selatan, dan Zambia. Di Spanyol, direncanakan mereka yang sedang menstruasi bisa meminta cuti sampai tiga hari.

Selain itu, pemerintah Spanyol juga berencana untuk membuat para wanita lebih nyaman ketika menstruasi dengan menyediakan pembalut. Dikatakan jika di setiap sekolah akan disediakan pembalut untuk para siswi yang membutuhkan. Begitu juga di wilayah di mana banyak orang kekurangan. Selain itu, kalaupun harus membeli harganya akan lebih murah karena PPN-nya dihapuskan.

"Penting untuk mengklasifikasi seperti apa menstruasi yang menyakitkan, kami tidak berbicara mengenai sedikit ketidaknyamanan tapi gejala yang serius, seperti diare, sakit kepala parah, dan demam.

Ketika gejala disertai dengan sakit, tidak masuk kerja sementara diperbolehkan, hal yang sama seharusnya juga bisa dilakukan ketika menstruasi bahwa ada kemungkinan wanita sakit saat menstruasi, dia bisa tinggal di rumah," kata Angela Rodriquez selaku Sekertasi Negara untuk Kesetaraan dan Anti Kekerasan Gender.

Terkait kesehatan reproduksi, hal lain yang akan dilakukan Spanyol adalah mengizinkan aborsi. Direncanakan mereka yang berusia 16 dan 17 tahun tidak perlu lagi untuk meminta izin orang tua ketika ingin melakukannya. Selain itu, mereka juga akan mengembangkan pil KB untuk pria.

(ami/ami)