Gen Z dan Millennial Pilih Menganggur Daripada Kerja di Tempat Tak Nyaman

Hestianingsih - wolipop Selasa, 12 Apr 2022 10:44 WIB
Happy young married couple sit on couch calculate expenses use easy online banking service at home, smiling millennial husband and wife count taxes house expenditures pay bills on internet Foto: Getty Images/iStockphoto/fizkes
Jakarta -

Kalangan Gen Z dan Millennial menganggap pekerjaan tidak terlalu penting. Mereka lebih memilih jadi pengangguran ketimbang kerja di tempat yang tidak nyaman.

Hasil survei yang dilakukan terhadap 35 ribu orang menunjukkan bahwa pandangan karyawan 'zaman now' terhadap pekerjaan mengalami perubahan yang sangat signifikan. Jika dulu pekerjaan adalah segalanya, maka kini kesehatan mental yang paling utama.

Sebanyak 56 persen karyawan usia 18 hingga 24 tahun menjawab lebih memilih berhenti daripada kerja di perusahaan yang menghambat mereka untuk menikmati hidup. Gen Z (usia 18 - 24 tahun) dan Millennial (25 - 34) menilai gaya hidup dan kebahagiaan adalah priotitas utama, sementara pekerjaan di urutan kedua.

Kalangan ini juga terbilang pemilih soal pekerjaan, dengan 43 persen responden tidak akan bekerja dengan orang atau perusahaan yang punya nilai sosial dan lingkungan berbeda dari mereka. Sementara 41 persen menolak kerja di tempat yang tidak menghargai keberagaman.

Prioritas lainnya yang menurut mereka penting dalam pekerjaan adalah gaji, insentif serta fleksibilitas dalam lokasi dan jam kerja. Mereka juga menginginkan kantor yang memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mengembangkan diri secara profesional.

"Temuan kami bisa jadi peringatan untuk para penyedia lapangan pekerjaan. Sudah jelas ada pertukaran pandangan mereka tentang prioritas," ujar Sander van't Noordende, CEO Randstad, perusahaan konsultan sumber daya manusia asal Amsterdam, Belanda, seperti dilansir Hypebae.

"Anak-anak muda saat ini ingin memaksimalkan potensi mereka dalam pekerjaan, terlihat dari keinginan mereka yang tidak mau kompromi tentang nilai-nilai pribadi yang dipegang ketika memilih perusahaan. Bisnis kini perlu memikirkan lagi pendekatan untuk menarik dan mempertahankan karyawan, atau mereka akan menghadapi kompetisi yang serius," pungkasnya.



Simak Video "NCTzen Puji Interaksi Indra Herlambang dengan NCT Dream"
[Gambas:Video 20detik]
(hst/hst)