Momen Menyedihkan Ayah Terpaksa Jual Putrinya Berusia 9 Tahun untuk Makan

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 03 Nov 2021 10:37 WIB
Parwana Malik Foto: Dok. CNN
Jakarta -

Seorang ayah bernama Abdul di Afghanistan menjual putri kecilnya yang masih berusia sembilan tahun untuk menjadi 'pengantin'. Miris, anak bernama Parwana Malik tersebut akan diberikan pada pria berusia 55 tahun. Bukan tanpa alasan memang sang ayah mengaku terpaksa melepaskan putrinya karena butuh uang untuk makan keluarganya.

Abdul yang tampaknya sudah putus asa mencari uang menjual anak perempuannya kepada pria kaya bernama Qorban. Dalam video yang diunggah CNN, Abdul tampak menangis ketika putri kecilnya dibawa oleh pria yang jauh lebih tua tersebut dan memohon agar tidak memukulnya.

"Ini adalah pengantinmu. Tolong jaga dia. Kamu bertanggung jawab sekarang, tolong jangan pukul dia," ungkapnya dalam video.

Parwana MalikParwana Malik Foto: Dok. CNN

Dilaporkan bahwa keluar Malik tidak punya pilihan lain untuk bertahan hidup. Terlebih situasi di Afghanistan sedang mengalami krisis kemanusiaan. Mereka hidup dalam kemah pengungsian selama empat tahun terakhir. Keluarga pun bekerja serabutan dengan upah £2 atau Rp 36 ribuan sehari. Sebelumnya Abdul sudah menjual saudari Parwana yang berusia 12 tahun untuk membantu keluarga bertahan hidup.

Parwana pun menangis ketika sang ayahnya memberikannya pada pria tak dikenal. "Ayahku menjualku karena kami tidak memiliki roti, beras atau tepung. Dia menjualku pada seorang pria tua," kata gadis cantik itu.

Parwana sebenarnya berharap orang tuanya bisa berubah pikiran agar tidak menjualnya. Ia mengaku tidak ingin meninggalkan keluarga dan pendidikan karena bercita-cita ingin menjadi guru. Gadis itu juga takut dia akan dipukul atau dipaksa bekerja oleh pria yang membelinya.

Parwana MalikParwana Malik Foto: Dok. CNN

Abdul sendiri merasa bersalah dan tidak bisa tidur sebelum menjual anaknya. Ia mengaku sudah berusaha mencari pekerjaan dan meminjam uang dari saudara tapi tidak mendapat hasil. Istrinya juga sudah meminta makanan dari kemah pengungsi lain.

"Kami keluarga delapan anak. Aku harus menjual keluargaku yang lain untuk tetap hidup," katanya.

Parwana sendiri dijual dengan harga 200,000 Afghanis atau setara Rp 31 juta dalam bentuk uang tunai, domba, dan lahan. Sayangnya uang tersebut bisa saja habis dalam beberapa bulan jika mereka tidak mencari dana atau pekerjaan untuk bertahan hidup.

Parwana MalikParwana Malik Foto: Dok. CNN

Qorban sendiri mengaku akan menjadikan Parwana keluarga bukan istri karena pria tersebut sudah memiliki istri. "Parwana dijual murah dan ayahnya sangat miskin dan butuh uang. Dia akan bekerja di rumahku. Aku akan memperlakukannya sebagai keluarga. Aku akan berlaku baik," katanya.

Di Afghanistan, cukup banyak keluarga yang menikahkan anaknya untuk uang. Sebelumnya dilaporkan seorang anak 10 tahun menangis berhari-hari ketika orang tuanya menikahkannya dengan pria 70 tahun demi membayar utang keluarga. Adapun keluarga sembilan anak yang berencana menjual anaknya berusia empat dan sembilan tahun untuk makan.

[Gambas:Youtube]




(ami/ami)