Viral Kisah Wanita Tegal Kerja Jadi Kuli Bikin Pria Menyesal Saat Tahu Gajinya

Gresnia Arela Febriani - wolipop Sabtu, 02 Okt 2021 07:00 WIB
Foto: Dok. Tangkap layar akun TikTok @faizahislamiati1. Foto: Dok. Tangkap layar akun TikTok @faizahislamiati1.


Suka Duka Kerja di Korea

Melalui akun media sosialnya, Faizah membagikan seperti apa tempat tinggalnya saat di Korea. Wanita 23 tahun itu juga menuturkan suka dan dukanya bekerja di Negeri Gingseng.

"Sukanya bisa keluar zona nyaman, apalagi di negara yang kebanyakan orang mendambakan pengen kerja di sini ataupun travelling," tuturnya.

Dan yang membuat Faizah semakin senang bekerja di Korea adalah penghasilan yang diterimanya. "Gaji di Korea juga alhamdulillah di atas Rp 25 juta. Jadi bisa buat nabung untuk ke depannya dan terutama bisa mengangkat derajat orang tua," ucapnya.

Bisa mendapatkan gaji besar dan travelling ke tempat-tempat baru, Faizah pastinya juga merasakan duka dalam bekerja. Dia mengaku tidak bisa mengambil cuti untuk pulang ke Indonesia karena ada pandemi Corona.

"Padahal sudah kangen banget sama keluarga, nikah juga di KBRI Korea, nggak bisa pulang," ujarnya.

Kesulitan lainnya saat awal mula bekerja, Faiza belum terlalu memahami bahasa Korea. "Pas awal kerja itu kesulitan bahasa, meskipun sudah kursus tapi masih tatep sulit. Tapi setelah beberapa bulan sudah mulai bisa dan terbiasa," terangnya.

Kisah viral wanita Tegal yang bekerja sebagai kuli pabrik di Korea.Kisah viral wanita Tegal yang bekerja sebagai kuli pabrik di Korea. Foto: Dok. pribadi Faizah Islamiati.

Tips Agar Bisa Bekerja di Korea

Bagi kamu yang ingin bekerja di Korea, Faizah memberikan sedikit tips. Menurutnya, kamu harus berusaha secara maksimal dan jangan setengah-setengah jika memang memiliki keinginan tersebut.

"Inget orangtua yang sudah berharap anaknya kerja di Korea, soalnya banyak yang gugur pas ujian. Dan jangan merasa pintar karena yang pintar juga akan kalah sama orang yang beruntung," imbuhnya.

"Dulu saya pas ujian ada orang 30.000 yang ikut tapi yang lolos cuma 5.000 orang. Dari LPK saya yang ikut 80.000 yang lolos cuma tujuh orang, lima pria dan dua wanita. Kloter pertama cowok semua yang berangkat, saya sendiri yang ceweknya duluan. Lulus ujian juga belum tentu berangkat, apalagi wanita cuma 5% peluang kalau pria 95%," tambah Faiza lagi.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(gaf/eny)