Sosok Mariam Ghani, Anak Presiden Afghanistan yang Hidup Mewah di Amerika

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 20 Agu 2021 18:30 WIB
Mariam Ghani Foto: Instagram @themosaicrooms
Jakarta -

Kondisi di Afghanistan sedang kacau di bawah rezim Taliban. Presidennya sendiri, Ashraf Ghani, telah melarikan diri ke Dubai setelah kelompok milisi itu merebut kekuasaan. Sementara banyak orang terutama wanita sebangsanya yang tertekan, putri dari sang presiden tampaknya bisa hidup lebih tenang. Mariam Ghani dilaporkan menikmati hidup mewah di New York City sebagai seniman.

Tak banyak yang tahu bahwa Ashraf Ghani memiliki seorang anak perempuan berusia 42 tahun yang sudah cukup lama tinggal di AS. Ia adalah Mariam Ghani, seorang seniman dan pembuat film yang memang lahir dan dibesarkan di Negeri Paman Sam. Selagi kekacauan terjadi di Afghanistan, kehidupan mewahnya yang tinggal di kawasan elit Clinton Hill jadi sorotan.

Mariam GhaniMariam Ghani Foto: Instagram @blafferartmuseum

Sosok Mariam Ghani memang tidak terlalu terbuka kepada publik. Tapi sejumlah media dan museum sering memfiturnya dalam artikel atau postingan di media sosial. New York Times di 2015 pernah mendeskripsikannya sebagai wanita yang punya banyak lapisan identitas. Walau besar di AS, ia dikatakan masih dekat dengan ornamen-ornamen Afghanistan di kediamannya.

Meski begitu diakui Mariam jika ia seperti kebanyakan orang Brooklyn. "I'm a Brooklyn cliché," komentarnya mengenai dekorasi rumah yang ramai dengan bantal hingga karpet khas Timur Tengah juga kulkas yang didekorasi dengan tulisan-tulisan motivasi.

Mariam sendiri menolak untuk berbicara kepada reporter mengenai masalah yang sedang terjadi di Afghanistan. Namun ia beberapa kali menunjukkan kepeduliannya di media sosial. Baru-baru ini wanita tersebut mengaku marah, berduka, dan sangat takut akan keluarga, teman, serta kolega yang ada di sana setelah Taliban berkuasa.

[Gambas:Instagram]



"Untuk orang-orang yang menanyakan kabar dan menghubungi untuk (menunjukkan) solidaritas selama beberapa hari terakhir: terima kasih. Itu sangat berarti," katanya selagi menyarankan orang-orang yang ingin membantu untuk melakukannya lewat donasi atau menghubungi wakil pemerintahan mereka.

Wanita yang lahir di Brooklyn ini dibesarkan di daerah pinggiran Marryland. Ia kuliah di Universitas New York dan School of Visual Arts, Manhattan dan banyak menghabiskan waktunya sebagai seniman dan mengajar. Di 2018, ia menjadi anggota fakultas Bennington College. Dan sebagai artis, karya-karyanya sering dipamerkan di museum di seluruh dunia.

Mariam Ghani memang sempat hidup dalam pengasingan dan tidak bisa masuk ke Afghanistan sampai 2002. Meski begitu, karya-karya seninya sering terinspirasi dari tanah kelahiran keluarga dan lingkungannya yang multikultural.

(ami/ami)