Liputan Khusus Lawan Bullying dengan Prestasi

Kisah Anak Tukang Rongsok yang Dulu Dibully Kini Berhasil Jadi Dalang Cilik

Gresnia Arela Febriani - wolipop Senin, 26 Jul 2021 08:34 WIB
Gabriel Sanata Putra yang sukses menjadi dalang cilik. Foto: Dok. Pribadi Gabriel Sanata Putra.
Solo -

Bullying bisa memberikan dampak buruk pada kehidupan seseorang. Ada juga mereka yang mengalami bullying, berusaha bangkit dan membuktikan diri bahwa mereka lebih baik daripada si pembuly.

Seperti kisah Gabriel Sanata Putra yang berhasil menjadi dalang di usia muda setelah sebelumnya melalui bullying dari teman-temannya karena dianggap dari keluarga tidak mampu. Gebi merupakan anak dari pasangan Joko Sudarmanto (46) dan Suryanti (40) itu. Dalam kesehariannya ayahnya bekerja mencari rongsokan dan berjualan angkringan di Watuburik, Karanganyar, Solo, Jawa Tengah.

Remaja 14 tahun ini menuntut ilmu di SMP 24 Solo, Jawa Tengah. Ia mengaku tertarik mendalang sejak kelas 3 SD.

Gabriel Sanata Putra yang sukses menjadi dalang cilik.Guru Gebi (kiri) Gabriel Sanata Putra (tengah) dan ayah Gebi Joko Sudarmanto (tengah). Foto: Dok. Pribadi Gabriel Sanata Putra.

Pertama Kali Belajar Dalang

Gebi mencoba belajar dalang semenjak melihat di Youtube dalang kesukaannya yaitu almarhum Ki Seno Nugroho. Anak pertama dari tiga orang bersaudara itu kemudian belajar di dua sanggar.

Keinginannnya belajar mendalang tak berjalan mulus. Ia malah mendapatkan perlakuan negatif dari teman-temannya di sanggar. Dia dikucilkan karena dianggap miskin. Gebi pun sempat merasa sedih karena perlakuan tersebut.

"Ya aku pernah di-bully. Setiap saya datang pada saat latihan bersama, saya selalu dijauhi. Guru saya juga begitu yang lain salah nggak dimarahin, tapi kalau saya yang salah saya dibentak-bentak begitu saya sering nangis," ungkap Gebi kepada Wolipop, Jumat (23/7/2021).

Kondisi tersebut sempat membuat Gebi tidak mau lagi memegang wayang hingga beberapa bulan. Hingga suatu saat, ayah Gebi, Joko, mengunggah wayang-wayang kertas buatannya di akun Facebook. Unggahan itu menarik perhatian dua orang dalang asal Sawit, Boyolali, Ki Danar dan Ki Teguh.

"Ketemu dalang dari Sawit bernama Pak Danar dan Pak Teguh main ke sini (ke rumahnya) dan beli wayang. Saya sampaikan (kepada keduanya), bahwa saya juga punya anak yang suka wayang tetapi takut dibully," tuturnya.

Rupanya kedua dalang muda tersebut juga menjadi guru pengajar di sebuah sanggar di Klaten. Gebi kemudian diajak ke sanggar tersebut untuk memperdalam minatnya mendalang. Dan untuk Gebi, sanggar tersebut tak mengenakan biaya pendidikan.

"Sepekan dua kali ke sanggar di Klaten. Kalau berangkat Magrib pulang sekitar pukul 02.00 WIB," ungkap Joko.

Gabriel Sanata Putra yang sukses menjadi dalang cilik.Gabriel Sanata Putra yang sukses menjadi dalang cilik. Foto: Dok. Pribadi Gabriel Sanata Putra.

Ikut Lomba Dalang Cilik

Gebi mengikuti lomba dalang cilik se-Solo Raya pada 23 Februari 2021. Tanpa latihan yang intens, Gebi nekat mengirimkan video dirinya mendalang.

"Dan itu pun latihannya cuma satu hari dan alhamdulillah saya masuk empat besar. Setelah itu saya latihan lagi itu pun juga satu kali dan saya juara satu se-Solo Raya," terangnya.

Ketika bisa menjadi juara dalang cilik, Gebi merasa sangat bahagia. Dia menganggap pencapaiannya tersebut bisa jadi balasan menohok untuk orang-orang yang pernah meremehkannya dulu karena dirinya anak tukang rongsokan.

"Reaksi saya senang banget. Bisa napok orang-orang yang menghina orangtua saya. Dan menyepelekan saya," tuturnya.

Gabriel Sanata Putra yang sukses menjadi dalang cilik.Gabriel Sanata Putra yang sukses menjadi dalang cilik. Foto: Dok. Pribadi Gabriel Sanata Putra.
(gaf/eny)