Kata Mien Uno Soal Kesalahan Cara Orangtua Mendidik Anak di Era Millennial

Rahmi Anjani - wolipop Sabtu, 22 Mei 2021 17:00 WIB
Mien Uno Foto: Rengga Sancaya/Detikcom
Jakarta -

Mien R. Uno baru menerbitkan dua buku yang mengungkap kisah dan perjalanan hidupnya. Dalam buku Dari Kolonial ke Milenial: 80 Tahun Mien R. Uno, ibu Sandiaga Uno ini menceritakan bagaimana ia menghadapi berbagai zaman dan tantangannya. Sebagai pakar etika, Mien Uno juga memberi perhatian pada bagaimana sikap anak muda sekarang ini dibanding generasi sebelumnya.

Dalam Press Talk Peluncuran Buku dan Syukuran Ulang Tahun ke-80 Mien R. Uno yang diadakan Kamis, (20/5/2021) bercerita mengenai kiprahnya sebagai pengajar dan pakar etika. Mien mengaku jika ilmu yang dibagikannya adalah bagian dari ajaran orangtua. Wanita yang punya tujuh saudara itu mengaku selalu diperlihatkan gaya hidup sederhana dan menghargai sesama sejak kecil

Mien Uno pun memberi pendapatnya mengenai anak-anak millennial atau mereka yang sudah menjadi orangtua. Wanita kelahiran Indramayu itu prihatin jika melihat anak-anak yang kurang perhatian dari orangtua saat sibuk bekerja.

"Pendidikan itu datangnya dari rumah, saya lihat orangtua sekarang bapak dan ibunya sibuk mencari uang, saya bilang mencari kebahagiaan sendiri, padahal menurut saya you have to find your happiness at home. Home itu harus dirawat. Home itu harus ada belaian, kasih sayang, itu bagian dari atmosfer kehidupan yang didambakan anak sekarang," ujarnya.

Menurut ibu dua anak tersebut sebaiknya ada salah satu dari orangtua yang tinggal di rumah untuk mengawasi anak. "Orangtua sekarang inginnya hanya banyak duit, saya selalu bilang harus ada orang di rumah untuk mengawasi jalannya pendidikan anak jadi anak mengerti mana yang boleh, apa yang harus dicapai, dikerjakan jadi ada rasa tanggung jawab, kedisiplinan, moral, agama itu adalah yang diajarkan di rumah," kata Mie Uno.

Mien Uno menyarankan agar orangtua-orangtua millennial mengurus anaknya sendiri. "Kalau nggak mau punya anak jangan punya anak kalau tidak bisa diurus sendiri. Karena walaupun diurus keluarga, itu bukan anak mereka. Nah, itu kesalahan yang saya lihat," ujar pendiri Lembaga Pendidikan Duta Bangsa itu.

(ami/ami)