3 Kesalahan Main Medsos yang Bisa Bikin Kamu Kehilangan Kesempatan Kerja

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 31 Mar 2021 07:30 WIB
Ilustrasi Instagram Foto: Shutterstock
Jakarta -

Mencari pekerjaan apalagi di masa-masa sulit seperti sekarang memang bukan hal yang mudah. Karena itu kamu perlu memanfaatkan momen dan menyiapkan diri sebaik mungkin termasuk dengan memperhatikan isi media sosial. Pakar menyarankan agar pelamar menghapus dan menghindari postingan kurang pantas yang membuat mereka bisa kehilangan kesempatan kerja. Apa saja?

Posting berbagai hal hingga menyuarakan opini di media sosial memang menyenangkan sampai kamu sadar bahwa konten-konten itu bisa jadi penilaian perekrut kerja. Kini banyak perusahaan yang meminta pelamar untuk menyertakan Instagram, Facebook atau Twitter sebagai bahan pertimbangan. Kalau tidak diminta bukan berarti calon bos tidak akan mengeceknya untuk melihat dan menilai apakah kamu orang yang berhak diterima.

Pakar dari perusahaan perekrut Hays, Eliza Kirkby, mengatakan jika media sosial bisa digunakan sebagai alat untuk meningkatan kesempatan diterima kerja. Tentu jika kamu bisa memakainya dengan cara yang benar yakni dengan hanya mengunggah hal-hal positif, tidak menyinggung, dan tidak membahayakan siapapun. Eliza pun membagikan tiga kesalahan di media sosial yang harus dihindari agar tidak merusak kesempatan dapat kerja.

1. Tidak Sesuai dengan CV
Saat mencari pekerjaan, ada hal lain yang perlu dilakukan selain menemukan lowongan dan membuat CV. Coba buka akun-akun media sosialmu dan pastikan jika tidak hal-hal yang sekiranya akan menjauhkan dari karier baru. Salah satu kesalahan terbesar saat main sosial media yang bisa membahayakan kesempatan dapat kerja adalah ketika informasi-informasi di dalamnya tidak sesuai CV atau surat lamaran.

Biasanya perekrut atau manajer akan melihat LinkedIn terlebih dahulu sebagai bahan pertimbangkan utama. Setelah itu, beberapa bahkan akan membandingkan informasi yang diterima dengan konten-konten di Instagram dan Facebook untuk mencocokan. Karenanya, penting untuk bersikap jujur dan menyuguhkan data-data yang benar.

2. Posting Tidak Senonoh
Hal lain yang pasti akan membuat kamu kehilangan kesempatan kerja adalah jika perekrut menganggap postingan di medsos tidak pantas. Dikatakan jika perusahaan akan menghindari orang-orang yang terlihat buruk di kehidupan online-nya. Biasanya perekrut akan melihat apakah pelamar pernah mengunggah tulisan atau media yang menyinggung, seksis, rasis, porno atau pandangan yang ekstrem. Orang-orang seperti itu umumnya dinilai akan membawa masalah dan tidak merepresentasi perusahaan dengan baik.

3. Terlalu Sering Posting
Setiap orang berhak menggunakan media sosial dengan preferensi masing-masing. Tapi semua yang berlebihan tentu tidak baik, termasuk terlalu sering posting. Menurut Eliza Kirkby, mereka yang tampaknya kebanyakan online terlihat kurang baik di mata perekrut atau calon bos. Umumnya akun medsos yang dinilai bagus oleh mereka adalah jika konten-konten positif diunggah di saat yang tepat dan terkait dengan ketertarikan, terutama jika sesuai bidang kerja.

(ami/ami)