Kisah TNI Dikirim Kuliah ke AS Tinggalkan Istri Hamil, Lulus Peringkat Utama

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 03 Feb 2021 13:15 WIB
Lettu Laut (P) Damartama Putra Akbar Nusantara, S.Tr. Han. Damartama, Anggota TNI AL. Foto: Instagram @damartama
Jakarta -

Seorang prajurit muda menceritakan perjalanannya sebagai TNI Angkatan Laut. Dalam sebuah perbincangan yang diunggah ke YouTube, Lettu Laut (P) Damartama Putra Akbar Nusantara, S.Tr. Han. mengungkap kisah inspiratifnya hingga bisa dikirim untuk sekolah di Amerika Serikat. Dilakukan dengan tekad kuat dan penuh persiapan, Damartama sukses lulus peringkat pertama dalam pendidikan internasional di Surface Warfare Officers School Comand.

Damartama Putra Akbar Nusantara merupakan TNI perwira dalam divisi peperangan elektronika. Di usia yang terbilang muda, pria tersebut sudah keliling Indonesia dan mengunjungi 14 negara karena prestasi dan pekerjaannya. Yang terbaru, Damartama baru saja pulang dari AS setelah menempuh studi di lembaga yang juga mendidikan para tentara angkatan laut di sana.

Ia pun lulus sebagai Honor graduate of International Surface Warfare Division Officer Course Class 20020 akhir tahun lalu. Dalam akun YouTube Edward Sitorus Papua Channel, ayah satu anak itu pun membagi tips dalam mencapai prestasinya yang luar biasa.

[Gambas:Instagram]



"Saya menetapkan suatu tujuan dan merencanakan dan menjalankannya dengan komitmen. Jadi saya tahu di sana hal yang patut dikejar ya jangan sekolah aja tapi jadi yang terbaik. Saat karantina 14 hari saya sudah punya file tahun lalu dari senior2 saya pelajari jadi sebelum pendidikan dimulai saya sudah belajar walau saya belum ngerti-ngerti amat. Dan setiap hari, setiap malam belajar selama weekdays," ungkapnya.

Lulus sebagai 'honor graduate' tentu sedikit banyak akan membantu karier Damartama. Ia mengaku mereka yang lulus dengan peringkat tersebut biasanya akan mendapat perhatian spesial atau talent scouting untuk dipantau perkembangannya. Bukan tidak mungkin pula jika ke depannya pria 28 tahun tersebut bakal ditempatkan atau menerima kesempatan yang lebih tinggi.

Meski sukses lulus peringkat pertama, melanjutkan studi ke Amerika Serikat juga menjadi tantangan baginya saat harus meninggal keluarga dalam waktu lama. Ia pun harus meninggalkan istri yang sedang hamil besar sehingga ia melahirkan sendirian. Karena itu, Daratama sempat memuji sang istri untuk keteguhannya.

"Meninggalkan keluarga dalam waktu yang lama menjadi tantangan untuk saya. Istri hamil saat suaminya ada penugasan itu bukan cerita baru cuma memang menjadi angkatan laut itu susah tapi menjadi istri angkatan laut lebih susah lagi jelas bukan wanita yang normal jelas mereka punya keteguhan hati yang lebih hebat. Waktu saya berangkat dari indonesia istri sudah mau melahirkan tapi saya masih bisa meng-adzan-kan dan besoknya mulai pertama mulai pendidikan," ujar Daratama.

Selain AS, Damartama sendiri sudah cukup berpengalaman menjelajahi berbagai negara. Selama delapan tahun masuk sebagai taruna dan menjadi TNI, ia total sudah mendatangi 14 negara. "Sebelumnya saya belum pernah ke luar negeri. Begitu masuk taruna ada program belajar ke China, Korea, Jepang, Filipina lalu ada pertukaran taruna ke Australia. Setelah lulus penempatan pertama di KRI Usman Harun kebetulan satgas di Lebanon selama 1 tahun," katanya.

[Gambas:Instagram]



Sempat disampaikan Kolonel Edward Sitorus bahwa banyak perwira muda salah jalan karena salah bergaul. Damartama yang pernah menjadi paskibraka tingkat kota dan provinsi ini pun memberikan motivasinya. Menurutnya yang paling utama adalah tekad yang tulus untuk memuliakan orangtua.

"Pesan dari saya untuk viewers yang berkeinginan dan berusaha merajut mimpi menjadi prajurit terbaik di TNI dari saya tentu yang paling dasar dan utama adalah tulus untuk memuliakan orangtua. Dengan kita punya keteguhan hati untuk memuliakan orangtua dengan jadi prajurit TNI, jadi abdi negara, tentunya memberikan kebanggaan bagi keluarga, bagi saya menjadi sumber energi yang tidak tidak terbatas kapanpun yang merasa lelah jatuh saya ingat itu jadi saya tidak akan berhenti terus berjuang,"

"Tapi harus diikuti perencanaan dan persiapan sehingga usaha yang diberikan bisa maksimal untuk mencapai tujuan. paling pertama tetapkan tujuan niatkan tulus untuk orang tua ketiga analisa yang akan dihadapi baru main. Jadi jangan nekad harus cerdas juga," tutupnya.

(ami/ami)