Cerita Sukses Pria Lulusan S2 yang Dibayar untuk Tidak Melakukan Apa-apa

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 06 Jan 2021 07:30 WIB
Shoji Morimoto Foto: Dok. Shoji Morimoto
Jakarta -

Umumnya orang akan bisa sukses atau paling tidak punya uang karena bekerja dengan menjual kemampuannya. Tapi ada seorang pria yang mendapat penghasilan justru dengan tidak melakukan apa-apa. Adalah Shoji Morimot, pria asal Jepang yang jadi terkenal karena tidak punya pekerjaan yang jelas. Meski begitu, ia bak seterkenal selebriti bahkan mengeluarkan buku dan komiknya sendiri.

Shoji Morimoto adalah seorang pria 37 tahun dari Tokyo yang dalam dua tahun terakhir jadi sukses dan terkenal dengan cara unik. Shoji bisa dibilang membangun kariernya dengan tidak melakukan apa-apa. Pada dasarnya, Shoji menyewakan jasanya kepada orang asing tapi ia hanya bisa makan, minum, dan menemani yang tidak bisa dibilang pekerjaan bagi kebanyakan orang.

Dilansir Oddity Central, sebenarnya Shoji Morimoto dulu adalah pelajar yang rajin dan pintar. Dia belajar dengan keras dan mendapat nilai yang bagus hingga lulus dengan gelar S2 di jurusan fisika dari kampus bergengsi Universitas Osaka. Lalu ia sempat bekerja sebagai editor buku tapi tiga tahun kemudian memutuskan untuk resign karena tidak sesuai dengan karier yang diinginkannya. Tahun lalu, ia pun terinspirasi filosofi Nietzsche yang mengubahkan perspektifnya dalam hidup.

"Aku sekolah S2 Karena orang-orang di sekitarku melakukan itu jadi aku hanya mengikuti tanpa berpikir, aku jarang hidup dengan inisiatifku sendiri," katanya.

Lalu pada Agustus 2018, Shoji mulai melakukan sesuatu yang benar-benar ingin dilakukannya terinspirasi filosofi Nietzsche. Pria tersebut mengaku akan menyewakan dirinya kepada orang-orang yang membutuhkan untuk melakukan hal-hal dasar, seperti mendengarkan, melihat bunga sakura mekar, atau hanya sekadar ada di tempat. Selain dibayar, orang yang menyewa pun akan diminta untuk membiayai transportasi, makanan, atau minuman jika ada.

Meski aneh tak disangka hal tersebut menjadi viral di media sosial. Tak lama setelah mengunggahnya ke internet, ia menerima banyak pesanan. Shoji juga jadi banyak follower dan mendapat tawaran untuk tampil di televisi, majalah, dan lain-lain. Saking larisnya, pria sewaan tersebut bekerja dari 8:30 hingga 20:00.

Seperti apa pekerjaan Shoji sebenarnya? Ia pun mencontohkan bahwa ada seorang pria mengundangnya ke hotel bintang lima sebulan sekali. Yang dilakukan Shoji untuknya adalah mendengarkan pria tersebut berbicara mengenai hobinya yang dilakukan selama tiga jam. Pernah pula seorang wanita menyewa untuk menemani pergi mengirimkan dokumen perceraian karena tidak ingin sendirian.

Sebenarnya awalnya Shoji membuka jasa ini secara gratis kecuali untuk biaya transportasi dan makanan. Tapi kebanyakan orang yang menyewanya bersikeras memberikan uang yang dulu diterimanya dengan berat hati. Belakangan ia pun mulai menerimanya dengan terbuka karena sudah terbiasa.

Menyewakan orang untuk melakukan hal-hal sederhana sebenarnya cukup banyak di Jepang. Mulai dari sebagai pacar hingga komedian, kamu bisa dengan mudahnya merasa tidak sendirian ketika butuh seseorang.

(ami/ami)