Kisah Sukses Dokter yang Dulu Jadi Satpam di Rumah Sakit Tempatnya Bekerja
Seorang pria bernama Russel Ledet menceritakan perjuangannya menjadi seorang dokter. Tak datang dari keluarga berada, Russel bahkan pernah bekerja sebagai seorang satpam di rumah sakit. Namun usaha mengubah nasibnya. Bertahun-tahun kemudian ia sukses menjadi dokter di tempat yang sama. Yang membuat kisahnya semakin inspiratif, Russel bukan hanya seorang dokter tapi juga philanthropist, peneliti, veteran tentara, dan mahasiswa bisnis.
Russel dulu tidak berniat untuk kuliah karena biayanya terlalu mahal. Karena itu, ia memutuskan untuk bergabung dengan angkatan laut di usia 18 tahun sebelum akhirnya mendapat kesempatan untuk kuliah. Russel pun awalnya bercita-cita untuk menjadi pekerja sosial sampai seorang dosen menyadarkannya untuk mengembangkan diri karena ia punya potensi.
Ketika bekerja sebagai satpam di sebuah rumah sakit, Russel menemukan panggilan yakni menjadi dokter. "Selama kuliah, aku adalah satpam di Baton Rouge General Medical Center, aku berdiri di tanjakan depan rumah sakit. Biasanya ada satpam di sana untuk memastikan dokter merasa aman ketika datang dan pasien merasa aman ketika keluar. Aku selalu duduk di sana belajar kartu kimia atau fisika tapi setiap kali ada dokter lewat, itu jadi motivasi lain," katanya kepada Teen Vogue.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini Russel telah resmi bekerja sebagai dokter di rumah sakitnya tempatnya dulu menjadi seorang satpam. "Aku berpikir kemarin. Aku duduk di meja komputer, tempat di mana aku menangis. Aku kembali ke rumah sakit yang sama di mana aku jadi satpam. Sekarang semua satpam akan mengantarku dan aku akan membuka ruang operasi dan menjadi bagian tim. Ini adalah pengalaman yang berbeda," tambah Russel.
Dari awalnya tidak berniat untuk kuliah, Russel sekolah hingga mendapat gelar Ph.D dan menerima beasiswa untuk meraih MD dan MBA di saat bersamaan dari sebuah universitas. Hal tersebut tentu tidak dilewatkannya begitu saja dan dijadikan motivasi lain untuk Russel. Kesempatan untuk sekolah tinggi yang sulit didapatkan sesama orang kulit hitam.
"Untuk pertama kalian aku sadar, aku sadar aku punya kesempatan untuk menjadi ketua dalam komunitas. Jika aku akan menjadi pemimpin komunitas, aku akan melakukannya di mana aku berasal,"
Meski kini sudah sukses, Russel memang masih memiliki keresahan terutama terkait dengan komunitas kulit hitam. Ia pun berharap jika gerakan Black Lives Matter bisa mengubah kondisi di masa depan.
"Istriku memaksaku ketika ada dalam mobil, aku menaruh stethoscope, ID sekolah, dan jubah putih (di depan) karena mungkin itu akan menghalangi polisi (dari perlakuan tidak adil)," ungkapnya.
(ami/ami)
Hobbies & Activities
Upgrade Raket Padel Andalan! 4 Rekomendasi Produk Biar Makin Semangat Latihan!
Hobbies & Activities
Nggak Cuma untuk Anak! Ini Rekomendasi Mainan Anti Stres untuk Dewasa, Bikin Pikiran Lebih Rileks
Hobbies & Activities
Berkendara Lebih Aman dan Tenang dengan Dashcam Retouch Riding System Sprite S2
Home & Living
Tidur Jadi Lebih Nyaman! Kasur dari Turu Lana Ini Bikin Tidur Kamu Makin Berkualitas!
Cegah Retur Nakal, Penjual Online Pakai Label Unik Mouse Pad-Pakaian Dalam
Daddoa YouTuber KBeauty Meninggal di Usia 29, Pernah Curhat Soal Bullying
Viral Wanita Jadi Operator Ekskavator, Dihias Motif Hello Kitty Biar 'Girlie'
6 Artis Beri Bonus Akhir Tahun untuk Staf, Lisa BLACKPINK Kasih Tas LV
Sosok Ben Gordam, Bos Brand Parfum Byredo yang Disebut Pacar Kendall Jenner
Perampok Gugat Balik Nana eks After School, Kini Ngaku Diimingi 40 Juta Won
Most Pop: Pernikahan Viral Roboh Diterjang Badai, Resepsi Tetap Jalan
Gantengnya Park Bo Gum Pakai Hanbok, Cetak Rekor Dilihat 22 Juta Kali
7 Rekomendasi Drama Korea tentang Musuh Jadi Cinta yang Bikin Baper











































