Liputan Khusus TKI Jadi YouTuber

Jadi YouTuber di Korea, TKI dari Banyumas Ini Sukses Raup Dollar

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 05 Jul 2020 19:08 WIB
wahooru Wahoru, TKI jadi YouTuber di Korea Selatan. Foto: intstagram @wahooru
Jakarta -

Pria bernama lengkap Wahid Riono atau yang dikenal dengan nama Wahoru ini, merupakan salah satu Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mengikuti program pemerintah Government to Government (G to G) Korea. Tak hanya bekerja di Korea, Wahoru malah sukses menjadi Youtuber.

Wahoru yang sebelumnya pernah jadi TKI di Brunei tertarik bekerja di Korea Selatan setelah mengobrol dengan teman SMA yang sudah lebih dulu mencari nafkah di Negeri Ginseng. Namun saat itu dia sempat ragu akan diterima karena usianya sudah 29 tahun.

"Pada saat itu saya sudah menikah dan sudah pernah menjadi TKI di Brunei Darussalam selama dua tahun, begitu pulang, langsung menikah. Tadinya aku mau bertanya soal pemasangan internet gitu di rumahnya. Dia malah menjelaskan tentang bekerja di Korea," kata Wahoru ketika dihubungi Wolipop, Jumat (3/7/2020).

wahooruWahoru, TKI YouTuber di Korea Selatan. Foto: intstagram @wahooru


Pada 2016, Wahoru mengikuti kursus dan tes untuk menjadi TKI di Korea. Kemudian pada 2017 dia termasuk salah satu orang yang terpilih dari 42.000 orang yang mendaftar program G to G Korea.


"2018 saya pertama kali ke Korea," ujar pria asal Tambak, Banyumas, Jawa Tengah itu dengan nada bahagia.

Saat ditanya alasannya bekerja di Korea, pria yang kini berusia 32 tahun itu mengaku ingin mewujudkan impiannya untuk mempunyai rumah sendiri.

"Karena saya ingin buat rumah sendiri. Saya kan sudah menikah. Rumah kan penting buat bernaung. Kalau nanti saya pulang ke Indonesia mau buat usaha biar maksimal," jelasnya.

wahooruWahoru, TKI jadi YouTuber di Korea Selatan. Foto: intstagram @wahooru


Begitu kerja di Korea, ia pun menegaskan kehidupan di negeri orang tidak seindah yang seperti yang kebanyakan orang bayangkan.

"Tidak sesuai dengan drama yang indah-indah. Ternyata di Korea, ditraining lagi tiga hari kemudian dijemput lagi sama majikan atau bos pabrik. Saya bagian pabrik dan jadi kuli yang berat-berat dan saya merasa kesusahan saat beradaptasi. Teryata yang dulu saya pelajari tentang bahasa Korea, hanya dasarnya saja. Kenyataannya butuh banyak belajar. Itulah kekurangannya para TKI Korea begitu, bahasa Koreanya masih minim," ujar Woharu yang sehari-hari bekerja di wilayah Pyeongtaek City, Korea Selatan.


Setelah merasakan kehidupan di Korea Selatan selama enam bulan, Wahoru memutuskan membuat vlog mengenai kesehariannnya di Negeri Ginseng. Dia membuat channel YouTube terinspirasi dari Bajindul, yaitu pria yang bekerja sebagai TKI di Korea yang namanya viral karena videonya di Youtube.

"Di Indonesia saya kan sering nonton Youtubenya Bajindul, Gokil Abis. Nah pas saya datang ke Korea dia malah ke Indonesia. Akhirnya saya buat konten karena ingin membuat kenang-kenangan. Dan memberikan sesuatu inspirasi untuk orang sekitar, bahwa dari desa pun bisa sukses dari Youtube," katanya.

Wahoru mulai eksis di YouTube sejak September 2018. Channel YouTube miliknya yaitu Wahoru kini sudah memiliki lebih dari 15 ribu subscriber. Dia semakin dikenal di YouTube semenjak membahas tentang cerita mualaf dari Korea.

"Gajian pertama dari Youtube saat itu dapat Rp 1,8 juta. Akhirnya saya semangat lagi buat konten," ujar Wahoru.

wahooruWahoru, TKI jadi YouTuber di Korea Selatan. Foto: intstagram @wahooru


Wahoru menambahkan dia bisa menerima bayaran dalam bentuk dollar dari YouTube. Dia pun bersyukur bisa mendapatkan rezeki tambahan selain dari gajinya sebagai TKI.

"Ternyata YouTube itu bisa menjanjikan dan konten di Korea itu menarik untuk dibahas. Dan Youtube itu kan penghasilannya dari iklan, sedangkan iklan di Korea itu kan mahal. Jadinya viewsnya sedikit tapi dapat dollarnya jadi banyak. Saya masih lanjut sampai sekarang untuk membuat konten," sambung pria yang mendapatkan gaji minimal Rp 21 juta sebulan dari pekerjaannya sebagai TKI di pabrik.

"UMR di sini tinggi, 2020 sebesar Rp 21 juta per bulan itu kan belum lembur. Untuk mengubah nasib masih sangat menjanjikan. Kalau masih muda, bujang dan belum ada tanggungan itu lebih baik. Kalau di Indonesia belum punya pekerjaan, boleh coba ke Korea, walaupun di sini jadi kuli tapi gaji menteri," kata Wahoru sambil tertawa.



Simak Video "Orang Kaya! Tasya Farasya Nggak Tahu Uang Seribu"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/hst)