Liputan Khusus Drama Kuliah Online

Kenapa Nilai Mahasiswa Turun Saat Kuliah Online? Ini Kata Dosen

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 28 Jun 2020 15:00 WIB
MOSCOW, RUSSIA - MARCH 20, 2020: Recording an online lecture for students of the Russian University of Transport. The universitys rector Alexander Klimov ordered to shift the secondary vocational education programs to online learning amid the COVID-19 coronavirus pandemic, starting from March 23, 2020. Sergei Savostyanov/TASS (Photo by Sergei SavostyanovTASS via Getty Images) Ilustrasi kuliah online. Foto: pool
Jakarta -

Kuliah daring atau online diberlakukan sejak Maret 2020. Adanya kuliah daring menyebabkan beberapa perubahan yang cukup signifikan dalam dunia belajar mengajar.

Para mahasiswa pun berkeluh-kesah karena harus kuliah daring #dirumahaja, seperti koneksi yang terputus, kelancaran berkomunikasi dengan dosen dan tugas yang semakin menggunung.

"Kuliah online bukannya nilai makin bagus, malah makin ***. Kuota abis, ilmu ga dapet, tugas numpuk, begadang tiap hari tp nilai kek setan," unggahnya pada Senin (22/6/2020).

Tweet mahasiswa bernama Amanda itu disambut meriah mahasiswa lainnya yang bernasib serupa. Hingga kini tweet tersebut sudah di-retweet lebih dari 11.900 kali dan diserbu lebih dari 1.000 komentar.

Lantas bagaimana menurut para dosen melihat keluhan para mahasiswa tersebut? Wolipop berbincang dengan Dosen FISIB Universitas Pakuan Prodi Ilmu Komunikasi, dan Kepala Lab Penyiaran FISIB Universitas Pakuan, Dini Valdiani, M.Si, dan Dosen FTIK Teknik Informatika, Universitas Unindra, Jakarta, Gita Kencanawaty, M.Pd. Keduanya memberikan tanggapan soal penerapan kuliah online #dirumahaja.

Dini Valdiani, M.Si, menjelaskan bahwa di tengah kuliah online para peserta didik wajib diberikan tugas sebagai penunjang dalam penilaian. Sebab absensi atau nilai kehadiran sudah tidak bisa diterapkan.

dini valdianiDini Valdiani, dosen FISIB Universitas Pakuan Prodi Ilmu Komunikasi. Foto: instagram @dinivaldiani

"Kalau tugas numpuk itu pasti, karena semua dosen jadinya kasih tugas dong. Sekarang gini, bisa-bisanya mahasiswa aja mengatur waktu kalau tugas. Kalau aku dua minggu sekali masuk. Aku sengaja kasih tahu ke mahasiswaku 'Saya padatkan ya waktunya hanya dua minggu sekali.' Minggu ini masuk tatap muka, minggu depannya itu tugas, minggu depannya tatap muka. Justru kayaknya mahasiswa sama aku semakin ringan tugasnya semenjak online, kalau kelasku," ungkap Dini saat diwawancara Wolipop, Rabu (24/6/2020).

Selain itu Dini juga memberikan kelonggaran nilai terhadap mahasiswa selama kuliah online berlangsung. Nilai kehadiran mahasiswa tak dihitungnya.

"Terus masalah nilai menurut aku dan aku melihat temen-temen dosenku sama. Kita malah lebih longgar soal nilai, karena nilai kehadiran sudah tidak dihitung. Kalau dulu kan absen di zoom. Tapi sekarang bagaimana sih memeriksa absen online? Kadang-kadang anak-anak left karena koneksi," ujarnya.

Dini sendiri minimal memberikan nilai B atau C ke mahasiswanya selama anak tersebut mengumpulkan tugas, mengerjakan UTS dan UAS. Kalau dulu, jika si mahasiswa tidak pernah masuk kuliah, dia pasti akan memberikan nilai E.

"Dulu aku sudah bilang mahasiswa kalau nggak masuk lebih dari empat kali itu, mau nilainya sebagus apapun itu pasti nilainya E. Kalau sekarang aku nggak bisa pakai cara itu," jelasnya.

gita kencanawatyDosen FTIK Teknik Informatika di Universitas Unindra, Gita Kencanawaty, berpose bersama para mahasiswanya. Foto: dok. pribadi gita kencanawaty

Mengenai jadwal mata kuliah yang kerap bentrok, Dini mengatakan perwakilan mahasiswa yang ditunjuk sebagai ketua kelas mempunyai peranan penting, untuk koordinasi antar mahasiswa dan dosen. "Kalau mau menyatukan kelas itu aku selalu komunikasikan dengan ketua kelas kapan jamnya yang kosong semua. Aku ada grup khusus isinya ketua kelas semua sama dosen. Jadi kalau bentrok itu dosen sama dosen yang ribut. Apalagi bentroknya sama dosen senior. Menurut aku mahasiswa juga harus mengkomunikasikan juga sama ketua jurusan, atau yang lebih tinggi dari si dosen itu," tambah Kepala Lab Penyiaran FISIB Universitas Pakuan, Bogor itu.

Sementara itu menurut Dosen FTIK Teknik Informatika di Universitas Unindra, Gita Kencanawaty, jika ada mahasiswa yang mengeluh nilainya anjlok dan tugasnya semakin menumpuk selama kuliah online, seharusnya dosen lebih pengertian di masa pandemi Corona ini. Kata Gita, dosen seharusnya mengurangi standar nilai atau tak membebani mahasiswa.

"Biasanya kan kalau mengajar konvensional di kelas itu kan pasti mahasiswa jauh lebih paham dibanding sama yang di video. Karena sesi tanya jawabnya kan via chat kan? Kalau misalnya kurang paham ya pasti, otomatis nilainya turun kan? Tapi sebenarnya dosennya sendiri ngasih kebijakan. Sudah tahu kalau online, jadi kasih soalnya juga jangan terlalu susah. Kalau aku pada dasarnya kayak gitu. Tapi balik lagi setiap dosen punya rules dan cara mengajarnya tersendiri. Jadi setiap dosen beda-beda, mungkin jika kebetulan ada mahasiswa yang mengeluh itu yang dapat dosennya tidak mengerti perasaan mahasiswanya. Kalau aku sih jujur kasihnya yang mudah dan tidak terlalu sulit, tidak jauh dari apa yang aku kasih materinya. Terus balik lagi ke dosennya jangan pelit nilai. Karena kan kondisinya lagi kayak gini. Siapa sih yang mau pandemi kayak gini?" paparnya.



Simak Video "Tips Potong Rambut Anak Tanpa Rewel"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)