Kisah Inspiratif Kartini Masa Kini, Jadi Dokter Sekaligus Ibu Rumah Tangga

Vina Oktiani - wolipop Selasa, 21 Apr 2020 13:33 WIB
Partai Golkar menggelar diskusi bertemakan Bersatu Melawan Corona yang digelar di Little League, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2020). Diskusi dihadiri (kiri ke kanan) Satgas Waspada & Siaga Corona DR Erlina Burhan, Direktur Eksekutif CSIS Phillip J Vermonte, Ketua Komisi 1 DPR Meutya Hafid, dan Deputi V BIN Mayjen TNI Afini Boer. Cerita Dr. dr. Erlina Burhan di Hari Kartini. Foto: dr.Erlina Burhan. (Dok BNPB).
Jakarta -

Hari ini, tepat tanggal 21 April 2020 adalah perayaan Hari Kartini. Hari Kartini mengingatkan kita kembali pada sosok dan perjuangan dari para wanita, khususnya R.A. Kartini. Perjuangan tersebut tidak terhenti hingga hari ini, terutama saat menghadapi pandemi Corona. Seperti yang dirasakan oleh DR. dr. Erlina Burhan, M.Sc, SP.P(K), yang merupakan dokter spesialis paru di RSUP Persahabatan sekaligus ibu dari empat orang anak.

"Kalau sebagai ibu peran itu kan sekarang dengan suasana PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) orang di rumah semua termasuk anak sekolah, jadi sekiranya ibu-ibu yang ada di rumah memastikan anak-anak dan keluarganya stay at home. Kemudian juga mendampingi anak-anaknya belajar di rumah," kata dokter Erlina dalam konferensi pers 'Peran Para Kartini di saat Pandemi COVID-19' pada Selasa, 21 April 2020, di TV Pool (Live Streaming) BNPB.

Dokter Erlina juga mengatakan karena profesinya sebagai dokter yang saat ini sangat dibutuhkan, maka dia tidak memiliki banyak waktu untuk mendampingi anak-anaknya yang sebagian masih kuliah dan duduk di bangku SMA. Namun jika dia sedang memiliki waktu luang dan berada di rumah, maka DR. dr. Erlina akan menanyakan pelajaran-pelajaran apa yang sudah dipelajari oleh anak-anaknya.

 Satgas Waspada dan Siaga NcoV PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr. dr. Erlina Burhan. Satgas Waspada dan Siaga NcoV PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr. dr. Erlina Burhan. Foto: Grandyos Zafna



"Tapi saya yakin ibu-ibu yang ada di rumah bisa mendampingi anak-anaknya, menciptakan suasana nyaman di rumah, memberikan edukasi kepada keluarga mengapa harus mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak, dan menyiapkan makanan bergizi dan seimbang di rumah," tambah dokter Erlina.

Menurut dokter Erlina, para wanita memiliki peranya masing-masing, tergantung dari profesi atau pekerjaanya. Terutama dalam pandemi Corona yang tengah melanda saat ini.

"Kita tahu kan kalau perawat contohnya, hampir 80% adalah perempuan. Kemudian dokter juga, antara perempuan dan laki-laki jumlahnya cukup seimbang, yaitu sama-sama 50%. Khusus untuk perempuan, saya kira perempuan ini memiliki kemampuan yang lebih untuk mendekati pasien, sehingga bisa memanfaatkan ini untuk memberikan edukasi kepada pasien ataupun keluarga," jelas dokter yang merupakan Satgas Waspada dan Siaga NcoV PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) itu.

Menurut dokter Erlina, para wanita memiliki kemampuan lebih untuk menjalin kedekatan degan orang lain. Sehingga hal tersebut bisa digunakan sebagai alat untuk memberikan informasi seputar COVID-19 kepada orang lain. Tidak hanya bagi para wanita yang bekerja di rumah sakit, melainkan juga para wanita yang berada di rumah. Misalnya dengan mengedukasi orang-orang sekitar atau yang ditemui, seperti tukang sayur, tetangga, dan lainnya. Hal tersebut dapat membantu untuk menghapus stigma-stigma tentang COVID-19 di masyarakat.



Sang dokter menambahkan sangat penting bagi para wanita untuk melakukan peran apapun yang dapat dilakukan, baik itu peran kecil atau besar. Apapun peran itu akan sangat berarti dan dapat membantu negara yang sedang menghadapi COVID-19. Dokter Erlina juga memberikan pesan khusus bagi para wanita yang saat ini masih bekerja sebagai tenaga medis seperti dirinya.

"Khusus kepada teman-teman perempuan tenaga kesehatan saya ingin berpesan, jagalah diri, jaga kesehatan, jaga stamina, karena bukan hanya ini yang akan kita hadapi, kita juga punya keluarga di rumah dan punya pasien yang lain. Bukan hanya pasien Covid saja. Dan tidak hanya sekarang kita jadi tenaga kesehatan, bukan hanya pada masa COVID, tapi juga di masa yang akan datang. Jadi saya ucapkan selamat kepada para perempuan di Indonesia karena kalian semua adalah pahlawan di keluarga, dan juga pahlawan di tempat masing-masing," tutup dokter Erlina.




Simak Video "Selamat Hari Kartini untuk Para Wanita Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/eny)