Mengenal Angkie Yudistia, Difabel yang Jadi Staf Khusus Presiden
Daniel Ngantung - wolipop
Kamis, 21 Nov 2019 18:14 WIB
Jakarta
-
Presiden Joko Widodo mengumumkan tujuh nama staf khusus kepresidenan yang berasal dari kalangan milenial, Kamis (21/11/2019). Salah satunya adalah Angkie Yudistia.
Angkie Yudistia merupakan Chief Executive Officer (CEO) Thisable Enterprise, sebuah organisasi sosial yang berdiri sejak 2011 dan memiliki misi untuk memberdayakan penyandang disabilitas Indonesia secara ekonomi di dunia kerja. Thisable Enterprise berangkat dari pengalaman pribadi Angkie Yudistia. Sebagai penyandang tunarungu, ia sempat melalui masa-masa kesulitan mendapatkan pekerjaan ketika berniat untuk hidup mandiri. Menurutnya, masih banyak perusahaan yang masih memandang sebelah mata kemampuan kaum disabilitas dalam bekerja.
Thisable Enterprise hadir untuk mengasah kemampuan para penyandang disabilitas dalam bekerja, baik secara vokasional maupun profesional, sehingga dapat hidup mandiri secara ekonomi.
"Jika taraf ekonomi mereka meningkat, tentu akan bisa menggapai apa yang menjadi mimpi mereka, mensejahterakan kehidupannya. Tidak lagi bergantung banyak kepada orang terdekat bahkan sekitarnya," kata Angkie dalam sebuah diskusi yang dihadiri Wolipop pada April 2018.
Angkie Yudistia lahir di Medan, 5 Juni 1987. Masa kecilnya terasa bahagia sampai akhirnya ia mulai kehilangan pendengaran pada usia 10 tahun karena efek samping obat yang diminumnya.
Angkie Yudistia mengaku tidak tahu persis kejadiannya. Ia hanya tahu bahwa dirinya tidak lagi bisa mendengar dengan jelas bahkan yang ada hanya dengungan. Dengungan itu sebenarnya cukup mengganggunya. "Kalau boleh milih mending tenang saja sekalian ya," kenang alumnus Public Relation dari London School Jakarta dalam sebuah wawancara khusus bersama Wolipop pada 2013 lalu.
Menjadi remaja dengan pendengaran yang kurang sempurna bukan sesuatu yang mudah untuk dilalui Angkie Yudistia. Ia kehilangan rasa percaya dirinya dan tak punya semangat untuk menjalani hidup. Beruntung, sang ibu senantiasa memberi dukungan kepada Angkie.
"Aku dulu selalu bertanya-tanya aku salah apa, orangtuaku pun sedih tapi mereka nggak pernah nangis di depan aku, jadi aku mulai kebentuk nggak bisa nangis di depan orang atau dikasihani, itu yang buat aku lebih kuat," tutur dia.
Tak mau terpuruk terus, Angkie mencoba untuk bangkit dan membuktikan kepada diri sendiri bahwa kekurangan fisik bukanlah penghalang untuk menggapai impian.
Dengan niat dan iman yang kuat, Angkie Yudistia menjadi sosok yang sukses. Pada tahun 2008, perempuan yang gemar berpelesiran ini menjadi finalis None Jakarta Barat dan The Most Fearless Female Cosmopolitan.
Ia juga sempat mendapatkan nominasi Liputan 6 Awards SCTV untuk kategori Pemberdayaan Masyarakat pada 2012. Masih di tahun yang sama, ia dinominasikan sebagai The Most Powerful Women versi majalah Her World. Tahun ini, ia memenangkan Woman in ICT, Kartini Generation Awards dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.
"Only tough people will win. Siapapun bisa asal niat. Kami yang difabel pun bisa. Kami bukanlah orang yang perlu dikasihani," tegas ibu satu anak itu.
Ia kembali membuktikannya lagi hari ini ketika Presiden Jokowi memilihnya sebagai staf khusus kepresidenan. (dtg/dtg)
Angkie Yudistia merupakan Chief Executive Officer (CEO) Thisable Enterprise, sebuah organisasi sosial yang berdiri sejak 2011 dan memiliki misi untuk memberdayakan penyandang disabilitas Indonesia secara ekonomi di dunia kerja. Thisable Enterprise berangkat dari pengalaman pribadi Angkie Yudistia. Sebagai penyandang tunarungu, ia sempat melalui masa-masa kesulitan mendapatkan pekerjaan ketika berniat untuk hidup mandiri. Menurutnya, masih banyak perusahaan yang masih memandang sebelah mata kemampuan kaum disabilitas dalam bekerja.
Thisable Enterprise hadir untuk mengasah kemampuan para penyandang disabilitas dalam bekerja, baik secara vokasional maupun profesional, sehingga dapat hidup mandiri secara ekonomi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika taraf ekonomi mereka meningkat, tentu akan bisa menggapai apa yang menjadi mimpi mereka, mensejahterakan kehidupannya. Tidak lagi bergantung banyak kepada orang terdekat bahkan sekitarnya," kata Angkie dalam sebuah diskusi yang dihadiri Wolipop pada April 2018.
Angkie Yudistia lahir di Medan, 5 Juni 1987. Masa kecilnya terasa bahagia sampai akhirnya ia mulai kehilangan pendengaran pada usia 10 tahun karena efek samping obat yang diminumnya.
Angkie Yudistia mengaku tidak tahu persis kejadiannya. Ia hanya tahu bahwa dirinya tidak lagi bisa mendengar dengan jelas bahkan yang ada hanya dengungan. Dengungan itu sebenarnya cukup mengganggunya. "Kalau boleh milih mending tenang saja sekalian ya," kenang alumnus Public Relation dari London School Jakarta dalam sebuah wawancara khusus bersama Wolipop pada 2013 lalu.
Menjadi remaja dengan pendengaran yang kurang sempurna bukan sesuatu yang mudah untuk dilalui Angkie Yudistia. Ia kehilangan rasa percaya dirinya dan tak punya semangat untuk menjalani hidup. Beruntung, sang ibu senantiasa memberi dukungan kepada Angkie.
"Aku dulu selalu bertanya-tanya aku salah apa, orangtuaku pun sedih tapi mereka nggak pernah nangis di depan aku, jadi aku mulai kebentuk nggak bisa nangis di depan orang atau dikasihani, itu yang buat aku lebih kuat," tutur dia.
Tak mau terpuruk terus, Angkie mencoba untuk bangkit dan membuktikan kepada diri sendiri bahwa kekurangan fisik bukanlah penghalang untuk menggapai impian.
Dengan niat dan iman yang kuat, Angkie Yudistia menjadi sosok yang sukses. Pada tahun 2008, perempuan yang gemar berpelesiran ini menjadi finalis None Jakarta Barat dan The Most Fearless Female Cosmopolitan.
Ia juga sempat mendapatkan nominasi Liputan 6 Awards SCTV untuk kategori Pemberdayaan Masyarakat pada 2012. Masih di tahun yang sama, ia dinominasikan sebagai The Most Powerful Women versi majalah Her World. Tahun ini, ia memenangkan Woman in ICT, Kartini Generation Awards dari Kementerian Komunikasi dan Informatika.
"Only tough people will win. Siapapun bisa asal niat. Kami yang difabel pun bisa. Kami bukanlah orang yang perlu dikasihani," tegas ibu satu anak itu.
Ia kembali membuktikannya lagi hari ini ketika Presiden Jokowi memilihnya sebagai staf khusus kepresidenan. (dtg/dtg)
Hobbies & Activities
Upgrade Raket Padel Andalan! 4 Rekomendasi Produk Biar Makin Semangat Latihan!
Hobbies & Activities
Nggak Cuma untuk Anak! Ini Rekomendasi Mainan Anti Stres untuk Dewasa, Bikin Pikiran Lebih Rileks
Hobbies & Activities
Berkendara Lebih Aman dan Tenang dengan Dashcam Retouch Riding System Sprite S2
Home & Living
Tidur Jadi Lebih Nyaman! Kasur dari Turu Lana Ini Bikin Tidur Kamu Makin Berkualitas!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Cegah Retur Nakal, Penjual Online Pakai Label Unik Mouse Pad-Pakaian Dalam
Daddoa YouTuber KBeauty Meninggal di Usia 29, Pernah Curhat Soal Bullying
Viral Wanita Jadi Operator Ekskavator, Dihias Motif Hello Kitty Biar 'Girlie'
6 Artis Beri Bonus Akhir Tahun untuk Staf, Lisa BLACKPINK Kasih Tas LV
Sosok Ben Gordam, Bos Brand Parfum Byredo yang Disebut Pacar Kendall Jenner
Most Popular
1
Perampok Gugat Balik Nana eks After School, Kini Ngaku Diimingi 40 Juta Won
2
Most Pop: Pernikahan Viral Roboh Diterjang Badai, Resepsi Tetap Jalan
3
Gantengnya Park Bo Gum Pakai Hanbok, Cetak Rekor Dilihat 22 Juta Kali
4
7 Rekomendasi Drama Korea tentang Musuh Jadi Cinta yang Bikin Baper
5
Sinopsis Greenland, Film di Bioskop Trans TV Hari Ini
MOST COMMENTED











































