Ini Sosok Pewaris Restoran Burger In-N-Out yang Jadi CEO Wanita Terbaik

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 23 Sep 2019 15:00 WIB
Foto: YouTube Foto: YouTube

Jakarta - Bos In-N-Out adalah seorang wanita bernama Lynsi Snyder. Beberapa waktu lalu, ia terpilih sebagai CEO wanita terbaik berdasarkan penilaian yang dilakukan sejuta orang. Lynsi memang tidak membangun restoran burger terkenal itu sejak awal. Wanita tersebut merupakan pewaris yang kemudian menjadi salah satu miliarder termuda di Amerika Serikat.

Lynsi Snyder menjadi Top CEO wanita di 2019 dengan rating tertinggi di Amerika Serikat berdasarkan Glassdoor's Employees' Choice Awards. Performanya sebagai bos In-N-Out mendapat persetujuan 99% dari pengguna situs pencarian lowongan kerja Glassdor sehingga memuncaki daftar. Lynsi pun berada di posisi ketiga setelah bos perusahaan software VMware Patrick Gelsinger dan bos supermarket H E B Charles C. Butt.

Hal yang membuat Lynsi terpilih sebagai salah satu top CEO di AS adalah manajemen dan training andal In-N-Out. Dikatakan jika para pemimpin di sana bisa menjadi mentor yang baik dan fokus pada melayani pelanggan dan menyayangi orang pada umumnya. Kemampuan perusahaan untuk memilih pegawai yang tak hanya bekerja keras tapi juga tulus pun menjadi salah satu kuncinya. Tak heran jika Lynsi sudah empat tahun berturut-turut menjadi top presiden dan CEO.

"Ada banyak fans setia tapi aku pikir kami adalah perusahaan yang setia. Aku tidak melakukan ini sendirian, aku melakukan ini dengan tim yang hebat. Jadi rating Glassdoor tidak mengarah padaku, itu mengarah pada timku," ungkapnya dilansir Good Day L.A.

Ini Sosok Pewaris Restoran In-N-Out yang Jadi CEO Wanita TerbaikFoto: YouTube
Wanita 37 tahun ini pun punya kisah menariknya mengenai perjalanan kariernya. Ia resmi menjadi pewaris In-N-Out di usianya yang cukup muda yakni 24 tahun setelah neneknya meninggal. Menjadi pewaris pun bukan hanya menjadi beban namun mengancam keselamatan karena Lynsi pernah hampir diculik dua kali, di usia 17 di sekolahnya dan 24 tahun di tahun neneknya meninggal di mana Lynsi harus menyebrangi jalan tol karenanya.

Sebelum menjadi CEO, Lynsi pun pernah belajar bekerja di tempat lain yakni klinik dokter gigi teman ayahnya sebagai resepsionis. Ketika berusia 24 tahun, ia mulai bekerja di manajemen In-N-Out. Salah satu hal yang menjadi kunci sukses Lynsi adalah usahanya untuk melayani pelanggan dengan tulus dan mempertahankan konsep awal restoran yang menjadi salah satu tempat makan wajib dikunjungi turis saat ke AS itu.

"Aku merasakan ada panggilan mendalam untuk memastikan aku mempertahankan semua yang keluargaku ingin. Bahwa kami tidak pernah melihat ke kiri atau ke kanan untuk melihat apa yang orang lain lakukan, menyela, atau mengubah secara drastis atau berkompromi. Aku sangat ini memastikan kami tetap setia dengan apa yang kami mulai. Ini membutuhkan aku menjadi seorang pelindung,"kataLynsi.


Simak Video "Saat Api Menari Mengikuti Alunan Musik"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)