Ini Penyebab Wanita yang Stres Kerja Rentan Naik Berat Badan

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 08 Feb 2019 19:00 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock

Jakarta - Banyak wanita mengalami kenaikan berat badan setelah mulai berkarier. Anda mungkin berpikir jika sebabnya adalah bertambahnya nafsu makan dan kesibukan yang membuat badan kurang gerak. Tapi selain itu, tahukah Anda jika stres karena pekerjaan juga bisa mempengaruhi kegemukan? Sebuah penelitian terbaru pun menguatkannya.

Sebuah penelitian dari University of Gothenburg mengungkap jika stres karena pekerjaan berdampak besar pada seorang wanita. Riset yang dipimpin Sofia Klingberg tersebut membuktikan jika wanita yang kesulitan menghadapi masalah kerja atau merasa tidak punya kontrol terhadap karier lebih rentan menggemuk. Dan hal ini lebih banyak terjadi pada wanita dari pada pria.

Dalam riset yang dilakukan pada lebih dari 3,800 wanita itu terungkap jika pekerjaan bisa membawa pengaruh buruk pada mereka. Ketika stres karena tugas kantor, wanita bisa jadi lebih malas kemudian menghibur diri dengan makanan yang menggemukkan. Stres juga mengeluarkan hormon kortisol yang nantinya bisa membuat perut jadi buncit.

Wanita lebih rentan mengalami kenaikan berat badan karena pekerjaan dari pada pria dan hal tersebut ada alasannya. Dikatakan jika wanita lebih sering bergelut dengan pekerjaan sekaligus tanggung jawab rumah tangga yang membuat mereka semakin mudah gemuk.

"Ketika berbicara mengenai tingkat tuntutan pekerjaan, hanya wanita yang terpengaruh. Kami belum menginvestigasi penyebab yang mendasarinya tapi itu mungkin terjadi karena kombinasi antara tuntutan kerja dan tanggung jawab yang lebih besar di rumah yang wanita sering pikul. Ini bisa membuat mereka sulit untuk mencari waktu olahraga dan hidup sehat," kata Sofia Klingberg.

Sebuah riset yang dipublikasi di jurnalInternationalArchives ofOccupationalandEnvironmentalHealth juga mengungkap hal serupa. Dikatakan jika wanita yang mengalami kesulitan dalam pekerjaan lebih rentan naik berat badan 20% dari pada yang tidak. Karena itu, disarankan agar para wanita lebih santai dalammenghadai beban karier selagi tetap menunjukkan performa dan etos kerja yang maksimal.

(ami/ami)