Cetak Sejarah, 2 Cheerleader Pria Pertama yang Tampil di Super Bowl
Rahmi Anjani - wolipop
Kamis, 07 Feb 2019 18:04 WIB
Jakarta
-
Walau dimulai oleh pria, cheerleader sudah dianggap sebagai profesi yang feminin bagi kebanyakan orang. Namun Napoleon tidak mempedulikannya. "Aku merasa bahwa ini adalah tahunnya. Momen ini, dunia terasa lebih menerima. Jika kamu punya talenta dan bekerja keras, mengapa tidak? Jika seseorang menertawakanmu. ini bukan Carrie: The Musical, kulitku sangat tebal," ungkapnya pada Fast Company.
Sebelum tampil di Super Bowl, Napoleon dan Quinton juga menjadi cheerleader di liga football NFL. Selain keduanya, pria yang juga mencetak sejarah setelah tampil di liga olahraga Amerika Serikat adalah Jesse Hernandez. Kehadiran ketiga pria tersebut sebagai pemandu sorak diharap bisa mendobrak stereotipe terhadap pria menari. (ami/ami)
Cheerleader identik dengan wanita. Jarang terlihat pemandu sorak pria, apalagi di acara-acara olahraga besar. Namun pertandingan football Amerika Serikat Super Bowl untuk pertama kalinya menampilkan cheerleader pria beberapa waktu lalu. Adalah Quinton Peron dan Napoleon Jinnies, dua pria yang mencetak sejarah.
Biasanya yang menjadi cheerleader adalah wanita cantik dan seksi. Padahal di abad 18 cheerleading pertama kali dilakukan oleh para pria sebagai bentuk pemberontakan. Sejak 1928, para wanita baru diperbolehkan ikut menari untuk mendukung para atlet yang bertanding. Di zaman modern, Quinton dan Napoleon pun menjadi dua pria pertama yang berpartisipasi secara penuh dalam cheerleading di acara olaharga seperti Super Bowl.
Sebelumnya cheerleader pria memang sering muncul. Namun mereka tidak selalu menari gerakan yang sama dengan cheerleader wanita atau tidak tampil sepenuhnya. Cheerleader pria pun banyak bertugas untuk membantu para wanita melakukan gerakan akrobatik. Karena itu, Quinton dan Napoleon sangat senang dengan kehadiran bersejarah mereka di Super Bowl LIII bersama tim L.A. Rams.
"Aku sedang menonton pertandingan L.A. Lakers dan aku melihat Laker Girls. Dan aku bertanya pada diriku sendiri, 'Mengapa aku tidak ada di sana?' Aku membuat koreografi dengan wanita-wanita yang menari untuk tim profesional, aku pernah menari dengan mereka di tim profesional sebelumnya. Aku berkata, mengapa bukan aku?" kata Quinton yang menyebutkan pengalamannya ini sebagai 'dongeng' di acara Good Morning America.
Biasanya yang menjadi cheerleader adalah wanita cantik dan seksi. Padahal di abad 18 cheerleading pertama kali dilakukan oleh para pria sebagai bentuk pemberontakan. Sejak 1928, para wanita baru diperbolehkan ikut menari untuk mendukung para atlet yang bertanding. Di zaman modern, Quinton dan Napoleon pun menjadi dua pria pertama yang berpartisipasi secara penuh dalam cheerleading di acara olaharga seperti Super Bowl.
Sebelumnya cheerleader pria memang sering muncul. Namun mereka tidak selalu menari gerakan yang sama dengan cheerleader wanita atau tidak tampil sepenuhnya. Cheerleader pria pun banyak bertugas untuk membantu para wanita melakukan gerakan akrobatik. Karena itu, Quinton dan Napoleon sangat senang dengan kehadiran bersejarah mereka di Super Bowl LIII bersama tim L.A. Rams.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Walau dimulai oleh pria, cheerleader sudah dianggap sebagai profesi yang feminin bagi kebanyakan orang. Namun Napoleon tidak mempedulikannya. "Aku merasa bahwa ini adalah tahunnya. Momen ini, dunia terasa lebih menerima. Jika kamu punya talenta dan bekerja keras, mengapa tidak? Jika seseorang menertawakanmu. ini bukan Carrie: The Musical, kulitku sangat tebal," ungkapnya pada Fast Company.
Sebelum tampil di Super Bowl, Napoleon dan Quinton juga menjadi cheerleader di liga football NFL. Selain keduanya, pria yang juga mencetak sejarah setelah tampil di liga olahraga Amerika Serikat adalah Jesse Hernandez. Kehadiran ketiga pria tersebut sebagai pemandu sorak diharap bisa mendobrak stereotipe terhadap pria menari.
Olahraga
Olahraga Kapan Saja! Treadmill Ini Cocok Buat Kamu yang Super Sibuk
Hobi dan Mainan
Mau Foto di Pantai atau Kolam? Waterproof Case Ini Bikin HP Tetap Aman dari Air
Hobi dan Mainan
Anti Slip! Main Game Lebih Presisi dengan Finger Sleeve yang Bikin Gerakan Lebih Smooth
Hobi dan Mainan
Sekali Main Susah Berhenti! 2 Game Pokemon Ini Punya Dunia Open World yang Luas Banget
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
8 Cara Atasi Stres Setelah Liburan, Biar Balik Kerja Tetap Waras
Heboh Pria Tebarkan Rambut Kemaluan di Meja Rekan Kerja, Berujung Kasus Hukum
Kristin Cabot Curhat ke Oprah Soal Tuduhan Selingkuh di Konser Coldplay
Influencer Meninggal Saat Livestreaming, Dikenal Sering Begadang Untuk Jualan
Vina Muliana Ungkap 3 Hal Penting agar Gen Z Tak Bingung Menentukan Masa Depan
Most Popular
1
17 Tahun di Running Man, Song Ji Hyo Picu Perdebatan Semakin Jarang Muncul
2
Putra Solange Kencani Wanita Lebih Tua dari Ibunya, Sosok Pacar Jadi Sorotan
3
Kontroversi Batik Aime Leon Dore dan 'Dosa' Brand Internasional yang Berulang
4
Charlie Puth Resmi Jadi Ayah, Nama Anak Terinspirasi Lagu The Beatles
5
Gen Z Lebih Percaya Review 'Orang Biasa' daripada Influencer saat Beli Produk
MOST COMMENTED











































