2 Gadis Ini Nyamar Jadi Pria Selama 4 Tahun, Alasannya Bikin Haru

Anggi Mayasari - wolipop Selasa, 29 Jan 2019 11:05 WIB
Jyoti Kumari dan saudara perempuannya Neha menyamar jadi pria. Foto: Istimewa Jyoti Kumari dan saudara perempuannya Neha menyamar jadi pria. Foto: Istimewa

Jakarta - Dua remaja wanita di India belum lama ini dikagumi banyak netizen setelah membagikan kisahnya yang menginspirasi. Diketahui bahwa mereka menyamar sebagai anak laki-laki selama empat tahun untuk menjaga agar tempat pangkas rambut ayahnya tetap buka setelah sang ayah sakit.

Jyoti Kumari, dan saudara perempuannya Neha, dari Banwari Tola, India, mengambil alih pangkas rambut ayah mereka pada 2014 setelah sang ayah menderita lumpuh dan membuatnya terbaring di tempat tidur. Saat itu, usia mereka baru 13 dan 11 tahun, tetapi tempat pangkas rambut adalah satu-satunya sumber pendapatan keluarga, jadi mereka harus melakukan sesuatu untuk bisa makan.

Awalnya, tempat pangkas rambut ayahnya tutup, tetapi ketika tabungan keluarga tak mampu mencukupi kebutuhan hidup, Jyoti dan Neha membukanya kembali dan mulai menjalankannya sendiri. Namun, segalanya tak berjalan dengan baik, karena beberapa pria skeptis tentang wanita mencukur jenggot dan memotong kumis mereka, sementara yang lain memperlakukan remaja ini dengan buruk. Jadi, Jyoti dan Neha mulai menyamar sebagai pria.



Jyoti Kumari dan saudara perempuannya Neha menyamar jadi pria. Jyoti Kumari dan saudara perempuannya Neha menyamar jadi pria. Foto: Istimewa


"Ini memang pekerjaan yang sulit tetapi kami tidak punya pilihan juga. Jadi kami mengubah diri kami (terlihat) seperti anak laki-laki. Kami mengubah nama kami seperti laki-laki, berpakaian seperti anak laki-laki, gaya rambut dan juga berperilaku seperti anak laki-laki," cerita Jyoti seperti dikutip dari Oddity Central.

Demi keluarganya agar tak mati kelaparan, Jyoti dan Neha mulai mengenakan gelang stainless steel yang biasanya dikenakan oleh pria, dan mengubah nama mereka menjadi Deepak dan Raju. Penyamaran ini memungkinkan mereka untuk membuat pangkas rambut ayahnya tetap berjalan dan menghasilkan sekitar 400 rupee atau Rp 79 ribu per hari, cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, membayar perawatan ayah dan melanjutkan studi mereka.

Jyoti dan Neha berhasil menyembunyikan gender dan identitas asli mereka selama empat tahun. Tetapi seiring berjalannya waktu, mereka menjadi lebih percaya diri dan mulai mengungkapkan rahasia mereka kepada lebih banyak orang.

"Sekarang kami telah mendapatkan kepercayaan diri yang cukup dan tidak takut kepada siapa pun. Kini mayoritas orang mengetahui bahwa kita adalah perempuan," imbuh Jyoti

Setelah seorang jurnalis dari kota terdekat Gorakhpur menerbitkan kisah luar biasa mereka di sebuah surat kabar Hindi minggu lalu, Jyoti dan Neha mendapat pujian dari masyarakat akan tekad mereka menghadapi kesulitan. Bahkan aksi mereka itu juga dihormati dan dipuji oleh pemerintah setempat.

"Tidak terpengaruh oleh ejekan yang datang dari masyarakat, mereka membawa tanggung jawab keluarga di pundak mereka dan mengatur mata pencaharian bagi orang tua mereka, menantang semua rintangan. Ini adalah kisah yang luar biasa yang harus diceritakan oleh masyarakat dan mereka memang pantas mendapatkan penghargaan," kata pejabat setempat Abhishek Pandey.



(agm/eny)