Kisah Inspiratif Wanita Cantik yang Bantu Masyarakat Sumba dapat Air Bersih

Silmia Putri - wolipop Rabu, 15 Agu 2018 17:15 WIB
Priska Ponggawa, salah satu pendiri Water House Project. Foto: Silmia Putri/Wolipop
Jakarta - Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur terkenal dengan keindahan alamnya. Beberapa tahun terakhir, Sumba juga menjadi destinasi pariwisata yang dicintai banyak orang tak hanya traveler lokal tapi juga mancanegara.

Sayangnya, akses air di sana masih sangat buruk. Setiap pagi, para ibu dan anak-anak harus menempuh waktu hingga empat jam untuk mengambil air bersih. Tentunya hal ini menyulitkan aktivitas keseharian mereka.

Melihat fakta tersebut, seorang gadis cantik bernama Priska Ponggawa bekerja sama dengan ketiga temannya Thanya Ponggawa, Cindy Angelina, dan Eunice Salim membuat project bernama Water House Project. Organisasi non profit ini fokus menjalankan misi membuka akses air bersih di berbagai wilayah Indonesia.

Baca juga: Dian Sastrowardoyo Ungkap 7 Alasan Tenun Ikat Sumba Cocok untuk Millennials

Kisah Inspiratif Wanita Cantik yang Bantu Masyarakat Sumba dapat Air BersihPriska Ponggawa dari Water House Project. Foto: Silmia Putri/Wolipop


Ditemui di acara peluncuran Wardah Inspiring Movement hari Rabu (15/08/2018) di Bunga Rampai Jakarta Pusat, Priska Ponggawa menuturkan keinginannya dan teman-temannya untuk memberikan kontribusi untuk negeri dan masyarakat. Kini, bersama Water House Project ia sudah berhasil menggali sumber air bersih di dua daerah yaitu desa Napu dan Pambuatanjara, Sumba Timur.

Kisah Inspiratif Wanita Cantik yang Bantu Masyarakat Sumba dapat Air BersihPenggalian sumber air di Sumba Timur. Foto: Instagram/waterhouse_project


"Sebuah data riset menyebutkan satu dari tiga orang di Indonesia itu kekurangan air. Kalau kita bisa membantu di Indonesia Timur aja, siapa tahu secara statistik sudah membantu," tutur Priska kepada Wolipop.

Tahun 2017, Water House Project berhasil menggali sumber air di Napu. Kala itu, ia bekerja sama dengan Yayasan Dian Sastrowardoyo. Sumber air yang dibuat bisa menghidupi sekitar 500 keluarga.

"Yang namanya susah air itu susah banget. Itu bener-bener harus setiap hari ibu-ibu dan anak-anak, bolak balik 3-4 jam untuk ngambil air. Sementara bapak-bapaknya kebanyakan judi. Akhirnya tahun lalu kita bekerja sama dengan UNDP (United Nations Development Programme) Indonesia udah berhasil membuat sumber air di Napu. Tahun ini, kita juga berhasil menggali sumber air di Pambuatanjara bekerja sama dengan beberapa pihak termasuk Wadah," terang Priska kepada Wolipop.

Baca juga: 7 Kisah Inspiratif ini Akan Membuatmu Merasa Malu Jika Mengeluh Soal Hidup

Kisah Inspiratif Wanita Cantik yang Bantu Masyarakat Sumba dapat Air BersihPenggalian akses air yang berhasil di Napu. Foto: Instagram/waterhouse_project
Tantangannya menurut Priska adalah kondisi alam yang berbeda-beda. Menggali air di setiap titik memiliki tantangan yang berbeda sehingga tidak bisa menggunakan cara yang sama.

"Kita juga nggak mau, setelah kita bangun sumber air terus rusak, mereka hanya meminta uang saja. Kita ingin memberikan pelajaran juga kalau air itu harus dihargai dan sumbernya harus dirawat," terang Priska

Meski penjelasannya tentang bebatuan dan sumber air cukup rumit, Priska sendiri tidak memiliki latar belakang pendidikan Geogologi atau ilmu bumi. Gadis berusia 29 tahun ini merupakan lulusan Unviersity of California jurusan matematika. (sil/sil)